Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara
 

Surat dari Kampung Terang Bulan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kampung Terang Bulan kini tersohor ke manca negara. Anak-anak di sana sudah mahir menggunakan internet dan membuat blog sendiri. Padahal di kampung tersebut jaringan telepon belum masuk. Bagaimana semangat mereka meraih semua itu?

Kampung Terang Bulan. Pernah dengar nama tersebut? Pasti tak banyak yang tahu di mana letak daerah tersebut. Jangan kan namanya, letaknya pun sulit ditebak. Namun, cobalah cari nama tersebut di mesin pencari Google. Maka akan keluarlah data dan cerita mengenai kampung tersebut. Ya, nama Kampung Terang Bulan kini sudah kesohor sampai ke manca negara. Padahal setahun lalu, siapa yang kenal kampung ini?

Kampung Digital
Di mana letak Kampung Terang Bulan? Sepertinya di peta tak akan nampak letak kampung ini, tapi coba cari nama Deli Serdang di Provinsi Sumatera Utara. Nah di sanalah kampung ini berada. Letaknya 17 km dari kota Medan. Secara administratif berada di dua desa karena dipisahkan jalan raya. Di sebelah barat berada di Dusun VI Desa Serbajadi dan di sebelah timur berada di Dusun IV Desa Sumber Melati, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sekadar tambahan Kabupaten Deli Serdang berbatasan dengan Kota Binjai.
Kalau dilihat dari jaraknya yang hanya 17 km dari kota Medan, Kampung Terang Bulan pastilah tidak terkebelakang banget. Tapi nanti dulu. Jangan dibayangkan jarak tersebut dengan membandingkannya dengan Jakarta ke kota Bogor, atau Jakarta ke kota Tangerang. Di Kampung Terang Bulan, meski hanya berjarak 17 km dari kota Medan, jaringan telepon di sana belumlah ada. Nah kebayang kan, bagaimana sebuah desa yang belum memiliki jaringan telepon?
Kampung Terang Bulan dihuni lebih dari 500 kepala keluarga yang didominasi suku Jawa, kemudian diikuti Karo, Batak, dan Padang. Profesi sebagian besar penduduk adalah petani. Profesi lainnya yang ada adalah tukang bangunan, tukang besi, buruh pabrik (berada di sekitar kampung), peternak, PNS, guru, dan pengusaha kecil. Untuk sarana pendidikan anak-anak kampung ini masih harus berjalan kaki sejauh 1,5 Km untuk SD dan SMP, sementara untuk SMA harus keluar daerah, apakah ke Medan atau ke
Binjai.


Masyarakat Kampung Terang Bulan rapat membahas kemungkinan daerahnya bisa terakses internet.

Ketika pemasangan tower internet.

Dalam kondisi yang demikian, apa yang membuat anak-anak di Kampung Terang Bulan – dan juga daerah ini — bisa meroket terkenal hingga manca negara? (Untuk diketahui Kegiatan Kampung Digital Terang Bulan ini telah menarik perhatian masyarakat luar negeri. Ini terbukti dengan kunjungan dari Uzbekistan dan komunitas Pendidikan dari Universitas Putra Malaysia (UPM) beberapa waktu yang lalu).

Cerita bermula dari segelintir anak muda kampung Terang Bulan yang ingin daerahnya maju seperti daerah lain di sekitarnya yang dapat menikmati fasilitas internet. Bagaimana caranya? Sementara untuk menikmati fasilitas internet harus memiliki line telepon. Hasrat anak muda Kampung Terang Bulan rupanya sampai ke Telkom Divre I Sumatera. Maka setelah melalui beberapa kali pertemuan, akhirnya pada 22 Oktober 2007 disepakatilah kerja sama antara penduduk Kampung Terang Bulan dengan pihak Telkom untuk membentuk Kampung Digital Terang Bulan. Pihak Telkom Divre I Sumatera rupanya tergugah juga dengan semangat anak-anak muda Kampung Terang Bulan yang begitu bersemangat untuk maju. “Semangat mereka luar biasa,” begitu diungkapkan M. Awaluddin, Executive General Manager Telkom Divre I Sumatera ketika memberi penjelasan tentang kesediaan instansinya untuk memenuhi keinginan warga di sana memiliki akses internet.



Setelah pemasangan tower internet, dilakukan juga pemasangan radio internet ponit to point.

Setelah melakukan survei lokasi dan mempelajari teknologi yang akan dipakai mengingat daerah ini belum memiliki line telepon, akhirnya diambil kesimpulan akses internet akan memakai akses Speedy yang disharing melalui teknologi radio link. Maka pada 11 November 2007 dilakukanlah pemasangan tower internet di kampung Terang Bulan. Beberapa pemuda kampung bahu membahu dalam membantu pemasangan tower tersebut yang dipasang di halaman rumah Muhammad Ridho di Jln. Paya Bakung Gg. Mesjid No. 32 Dusun IV Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal. Setelah itu, lebih kurang seminggu kemudian dilakukan juga pemasangan radio internet point to point. Maka sejak saat itulah internet sudah bisa diakses di kampung Terang Bulan.

Pelatihan komputer dan internet
yang dilakukan untuk masyarakat
Kampung Terang Bulan


Pelatihan internet

Masuknya internet ke Kampung Terang Bulan, membuat suasana benarbenar berubah. Suyatno, tokoh pemuda di kampung tersebut menyatakan: ”Di sini saya melihat bebe-rapa perubahan tentang kegiatan sehari-hari para remaja maupun anak-anak usia sekolah di Kampung Terang Bulan. Selama ini kadang kegiatan mereka tidak jelas dan tidak bermanfaat. Sekarang mereka lebih condong untuk belajar pelatihan internet gratis dan pelatihan komputer di samping kegiatan positif lain seperti beternak kelinci, pertanian, pelatihan usaha sablon, dan lain lain.”

Memang setelah internet terpasang, anak-anak muda kampung Terang Bulan kemudian mengadakan pelatihan internet untuk masyarakat kampung agar mereka mengenal dan memanfaatkan internet untuk kemajuan kampung. Mereka kemudian mendata jumlah siswa dan mahasiswa yang ada di kampung sebagai langkah awal pelatihan secara berkala setiap minggu. Jadwal pelatihan pun mereka susun dengan beberapa fase seperti:
1. Januari - Maret 2008, melatih masyarakat di sekitar kampung Terang Bulan, yakni untuk pelajar,     pemuda/pemudi, masyarakat pelaku usaha. Materi: pengenalan internet, browsing, email dan teknik     searching. Dalam fase ini juga diadakan demo dan seminar singkat mengenai internet dan teknologi     pemanfaatannya.
2. April - Juni 2008, melatih beberapa pemuda kampung untuk memahami cara kerja komputer dan     jaringan dan sekaligus memasang wireless access di rumah-rumah masyarakat yang berkeinginan     menggunakan internet.
3. Juli - September 2008, pemanfaatan internet untuk perdagangan melalui internet (e-commerce)     untuk penjualan produk usaha kampung dan menciptakan produk/jasa (usaha baru)
4. Oktober - Desember 2008, Pelatihan untuk web design, graphic design untuk pengembangan skill.
Dalam pelatihan tersebut diajarkan juga cara membuat blog. ”Sejak tujuh hari diresmikan pelatihan membuat blog, kami sudah menerima 87 orang pendaftar,” ujar Ridho, salah satu pengurus di sana. Memang setelah dibukanya pelatihan tersebut, banyak orang tua yang berdatangan mendaftarkan anak-anak mereka. Dan tidak sedikit pula para orang tua yang mendaftarkan diri sebagai peserta pelatihan. “Mereka yang datang ke sini tidak hanya dari penduduk kampung Terang Bulan, tetapi juga orang tua dan pemuda dari kampung-kampung tetangga seperti kampung Payabakung, Diski, Penampungan, Pasar 4, dan Gg. Gembira,” ujar Ridho.


Anak-anak Kampung Terang Bulan
kini sudah bisa memakai internet
dan membuat blog sendiri.


Berkat pelatihan yang dilakukan, ja-ngan heran jika saat ini anak-anak kampung Terang Bulan sudah banyak yang memiliki blog sendiri. Di antara mereka ada yang berusia 9 tahun, 12 tahun, 13 tahun, dan 22 tahun. Coba-lah masuk ke blog mereka seperti blog Aslam Fajari (9 tahun), Armawati (17 tahun), atau Dita Anggita (15 tahun).

Menurut mereka, “Yang susah ternyata menulis atau mengisi isinya, bukan membuat blognya.” Cobalah simak curahan hati Henna Marina yang lahir 14 Januari 1991 dan tinggal di Km.12 kompleks PG.Semayang lewat blognya ini (http://girlhenna.blogspot.com):
Menurut saya, sejak saya belajar program pelatihan internet di daerah Terang Bulan ini, saya mendapat pengetahuan yang lebih, yaitu saya lebih mengerti bagaimana cara memakai internet. Yang lebih enaknya lagi tempatnya aman dan tentram, yang mengajar pelatihan internet di sini juga ramah sehingga membuat suasana enak banget. Semoga setelah saya selesai dari sini saya lebih mengetahui dan lebih mengenal dunia internet, dan dengan begitu saya dapat lebih mengenal dunia.

Blog hasil karya anak-anak
Kampung Terang Bulan


Atau curhat dari Inayah Mardhotillah, lahir 18 Juni 1994, di blognya http://imnayah.blog-spot.com/:
Kampung Terang Bulan adalah kampung yang sangat indah, kampung yang sangat saya banggakan. Dulunya sih kampung ini belum modern. Sekarang sejak ada pemasangan internet kampung ini menjadi terkenal ke mana-mana, bahkan warga Terang Bulan juga ada di internet. Warga yang dulunya nggak tahu internet sekarang sejak ada pemasangan internet semua anak Kampung Terang Bulan jadi tahu. Sejak dipasangnya internet kami anak-anak Terang Bulan dengan mudah mencari sesuatu hal-hal yang dibutuhkan atau yang penting.

Sementara Armawati sekarang mengaku sudah tidak kampungan lagi (lihat blognya di http://kdarma.blogspot.com). Armawati lahir di Dusun IV Serbajadi 4 Agustus 1991 dan sekarang duduk di kelas 1 SMK.
Sekarang saya sudah sangat senang karena di Kampung Terang Bulan ini sudah ada internetnya, jadi saya sudah tidak malu lagi. Mengapa saya bilang begitu, karena kampung saya sekarang sudah tidak kampungan lagi. Tadinya sih saya sangat malu karena kampung saya dibilang kampungan, tapi kan sekarang sudah tidak kampungan lagi. Saya sangat senang karena saya dengar di kampung saya inilah yang pertama kali dibukanya internet, dari kampung-kampung lain di sekitar saya.
Maka kamu jangan sekali-kali bilang kampung kami ini kampungan. Kampung kami ini sekarang sudah menjadi kampung yang terkenal internetnya. Nah kalian yang membaca ini sudah tahu kalau kampung Terang Bulan ini sudah ada internetnya, maka bergabunglah di internet kami ini supaya kita tidak kampungan lagi, dan kita menjadi pintar. Kalau pintar kan kita yang enak. Mengapa saya bilang enak, karena dari internet kita bisa mencari teman, kenalan, bisa cari pekerjaan, dan bisa tahu berita tentang presiden dll.


Komentar mereka yang sudah mengikuti pelatihan ini barangkali layak juga untuk disimak:
Sebagai anak kampung, sebenarnya kami tak mengerti apa itu open source, cuma minggu ini kami dititipkan pesan bahwa Kampung Digital Terang Bulan harus belajar menghargai karya orang lain, jangan pakai windows bajakan, ms office bajakan kata abang-abang dari Webmedia yang melatih kami. Jadi kami dikenalkan dengan istilah open source. Katanya lagi minggu depan komputer-komputer kami akan diinstal Linux Ubuntu. Jadi untuk seterusnya kami akan diajarkan bagaimana menggunakan Linux yang gratis.

Begitulah suasana masyarakat Kampung Terang Bulan sekarang. Selain belajar penggunaan internet, anak-anak di sana sudah terbiasa mencari bahan pelajaran maupun mencari referensi melalui internet. Mereka menggunakan searching dengan Yahoo maupun Google. Dampak mereka sudah biasa menggunakan komputer, sebagian dari mereka di sekolahnya sering menjadi andalan untuk menjadi tempat bertanya tentang materi internet. Selamat menuju perubahan Kampung Terang Bulan, selamat memasuki dunia digital.
(Andy Zoeltom)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kembali Ke Daftar Isi

 

Perbesar Perbesar