Kampung Terang Bulan kini tersohor
ke manca negara. Anak-anak di sana sudah mahir menggunakan internet
dan membuat blog sendiri. Padahal di kampung tersebut jaringan
telepon belum masuk. Bagaimana semangat mereka meraih semua
itu?
Kampung Terang Bulan. Pernah dengar nama tersebut? Pasti tak
banyak yang tahu di mana letak daerah tersebut. Jangan kan namanya,
letaknya pun sulit ditebak. Namun, cobalah cari nama tersebut
di mesin pencari Google. Maka akan keluarlah data dan cerita
mengenai kampung tersebut. Ya, nama Kampung Terang Bulan kini
sudah kesohor sampai ke manca negara. Padahal setahun lalu,
siapa yang kenal kampung ini?
Kampung
Digital
Di mana letak Kampung Terang Bulan?
Sepertinya di peta tak akan nampak letak kampung ini, tapi coba
cari nama Deli Serdang di Provinsi Sumatera Utara. Nah di sanalah
kampung ini berada. Letaknya 17 km dari kota Medan. Secara administratif
berada di dua desa karena dipisahkan jalan raya. Di sebelah
barat berada di Dusun VI Desa Serbajadi dan di sebelah timur
berada di Dusun IV Desa Sumber Melati, Kecamatan Sunggal Kabupaten
Deli Serdang, Sumatera Utara. Sekadar tambahan Kabupaten Deli
Serdang berbatasan dengan Kota Binjai.
Kalau dilihat dari jaraknya yang hanya 17 km dari kota Medan,
Kampung Terang Bulan pastilah tidak terkebelakang banget. Tapi
nanti dulu. Jangan dibayangkan jarak tersebut dengan membandingkannya
dengan Jakarta ke kota Bogor, atau Jakarta ke kota Tangerang.
Di Kampung Terang Bulan, meski hanya berjarak 17 km dari kota
Medan, jaringan telepon di sana belumlah ada. Nah kebayang kan,
bagaimana sebuah desa yang belum memiliki jaringan telepon?
Kampung Terang Bulan dihuni lebih dari 500 kepala keluarga yang
didominasi suku Jawa, kemudian diikuti Karo, Batak, dan Padang.
Profesi sebagian besar penduduk adalah petani. Profesi lainnya
yang ada adalah tukang bangunan, tukang besi, buruh pabrik (berada
di sekitar kampung), peternak, PNS, guru, dan pengusaha kecil.
Untuk sarana pendidikan anak-anak kampung ini masih harus berjalan
kaki sejauh 1,5 Km untuk SD dan SMP, sementara untuk SMA harus
keluar daerah, apakah ke Medan atau ke Binjai.

Masyarakat Kampung Terang
Bulan rapat membahas kemungkinan daerahnya bisa terakses internet.
Ketika
pemasangan tower internet.
Dalam kondisi yang demikian, apa yang membuat anak-anak di Kampung
Terang Bulan – dan juga daerah ini — bisa meroket
terkenal hingga manca negara? (Untuk diketahui Kegiatan Kampung
Digital Terang Bulan ini telah menarik perhatian masyarakat
luar negeri. Ini terbukti dengan kunjungan dari Uzbekistan dan
komunitas Pendidikan dari Universitas Putra Malaysia (UPM) beberapa
waktu yang lalu).
Cerita bermula dari segelintir anak muda kampung Terang Bulan
yang ingin daerahnya maju seperti daerah lain di sekitarnya
yang dapat menikmati fasilitas internet. Bagaimana caranya?
Sementara untuk menikmati fasilitas internet harus memiliki
line telepon. Hasrat anak muda Kampung Terang Bulan rupanya
sampai ke Telkom Divre I Sumatera. Maka setelah melalui beberapa
kali pertemuan, akhirnya pada 22 Oktober 2007 disepakatilah
kerja sama antara penduduk Kampung Terang Bulan dengan pihak
Telkom untuk membentuk Kampung Digital Terang Bulan. Pihak Telkom
Divre I Sumatera rupanya tergugah juga dengan semangat anak-anak
muda Kampung Terang Bulan yang begitu bersemangat untuk maju.
“Semangat mereka luar biasa,” begitu diungkapkan
M. Awaluddin, Executive General Manager Telkom Divre
I Sumatera ketika memberi penjelasan tentang kesediaan instansinya
untuk memenuhi keinginan warga di sana memiliki akses internet.

Setelah pemasangan tower
internet, dilakukan juga pemasangan radio internet ponit to
point.
Setelah melakukan survei lokasi dan
mempelajari teknologi yang akan dipakai mengingat daerah ini
belum memiliki line telepon, akhirnya diambil kesimpulan akses
internet akan memakai akses Speedy yang disharing melalui teknologi
radio link. Maka pada 11 November 2007 dilakukanlah pemasangan
tower internet di kampung Terang Bulan. Beberapa pemuda kampung
bahu membahu dalam membantu pemasangan tower tersebut yang dipasang
di halaman rumah Muhammad Ridho di Jln. Paya Bakung Gg. Mesjid
No. 32 Dusun IV Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal. Setelah itu,
lebih kurang seminggu kemudian dilakukan juga pemasangan radio
internet point to point. Maka sejak saat itulah internet sudah
bisa diakses di kampung Terang Bulan.
Pelatihan
komputer dan internet
yang dilakukan untuk masyarakat
Kampung Terang Bulan
Pelatihan internet
Masuknya internet ke Kampung Terang
Bulan, membuat suasana benarbenar berubah. Suyatno, tokoh pemuda
di kampung tersebut menyatakan: ”Di sini saya melihat
bebe-rapa perubahan tentang kegiatan sehari-hari para remaja
maupun anak-anak usia sekolah di Kampung Terang Bulan. Selama
ini kadang kegiatan mereka tidak jelas dan tidak bermanfaat.
Sekarang mereka lebih condong untuk belajar pelatihan internet
gratis dan pelatihan komputer di samping kegiatan positif lain
seperti beternak kelinci, pertanian, pelatihan usaha sablon,
dan lain lain.”
Memang setelah internet terpasang, anak-anak
muda kampung Terang Bulan kemudian mengadakan pelatihan internet
untuk masyarakat kampung agar mereka mengenal dan memanfaatkan
internet untuk kemajuan kampung. Mereka kemudian mendata jumlah
siswa dan mahasiswa yang ada di kampung sebagai langkah awal
pelatihan secara berkala setiap minggu. Jadwal pelatihan pun
mereka susun dengan beberapa fase seperti:
1. Januari
- Maret 2008, melatih masyarakat di sekitar
kampung Terang Bulan, yakni untuk pelajar, pemuda/pemudi,
masyarakat pelaku usaha. Materi: pengenalan internet, browsing,
email dan teknik searching. Dalam fase
ini juga diadakan demo dan seminar singkat mengenai internet
dan teknologi pemanfaatannya.
2. April - Juni 2008,
melatih beberapa pemuda kampung untuk memahami cara kerja komputer
dan jaringan dan sekaligus memasang
wireless access di rumah-rumah masyarakat yang berkeinginan
menggunakan internet.
3. Juli - September 2008,
pemanfaatan internet untuk perdagangan melalui internet (e-commerce)
untuk penjualan produk usaha kampung
dan menciptakan produk/jasa (usaha baru)
4. Oktober - Desember 2008,
Pelatihan untuk web design, graphic design untuk pengembangan
skill.
Dalam pelatihan tersebut diajarkan juga cara membuat blog. ”Sejak
tujuh hari diresmikan pelatihan membuat blog, kami sudah menerima
87 orang pendaftar,” ujar Ridho, salah satu pengurus di
sana. Memang setelah dibukanya pelatihan tersebut, banyak orang
tua yang berdatangan mendaftarkan anak-anak mereka. Dan tidak
sedikit pula para orang tua yang mendaftarkan diri sebagai peserta
pelatihan. “Mereka yang datang ke sini tidak hanya dari
penduduk kampung Terang Bulan, tetapi juga orang tua dan pemuda
dari kampung-kampung tetangga seperti kampung Payabakung, Diski,
Penampungan, Pasar 4, dan Gg. Gembira,” ujar Ridho.
Anak-anak Kampung Terang Bulan
kini sudah bisa memakai internet
dan membuat blog sendiri.
Berkat pelatihan yang dilakukan, ja-ngan
heran jika saat ini anak-anak kampung Terang Bulan sudah banyak
yang memiliki blog sendiri. Di antara mereka ada yang berusia
9 tahun, 12 tahun, 13 tahun, dan 22 tahun. Coba-lah masuk ke
blog mereka seperti blog Aslam Fajari (9 tahun), Armawati (17
tahun), atau Dita Anggita (15 tahun).
Menurut mereka, “Yang susah ternyata
menulis atau mengisi isinya, bukan membuat blognya.” Cobalah
simak curahan hati Henna Marina yang lahir 14 Januari 1991 dan
tinggal di Km.12 kompleks PG.Semayang lewat blognya ini (http://girlhenna.blogspot.com):
Menurut saya, sejak saya belajar program
pelatihan internet di daerah Terang Bulan ini, saya mendapat
pengetahuan yang lebih, yaitu saya lebih mengerti bagaimana
cara memakai internet. Yang lebih enaknya lagi tempatnya aman
dan tentram, yang mengajar pelatihan internet di sini juga ramah
sehingga membuat suasana enak banget. Semoga setelah saya selesai
dari sini saya lebih mengetahui dan lebih mengenal dunia internet,
dan dengan begitu saya dapat lebih mengenal dunia.
Blog
hasil karya anak-anak
Kampung Terang Bulan
Atau curhat dari Inayah Mardhotillah, lahir 18 Juni 1994, di
blognya http://imnayah.blog-spot.com/:
Kampung Terang Bulan adalah kampung yang
sangat indah, kampung yang sangat saya banggakan. Dulunya sih
kampung ini belum modern. Sekarang sejak ada pemasangan internet
kampung ini menjadi terkenal ke mana-mana, bahkan warga Terang
Bulan juga ada di internet. Warga yang dulunya nggak tahu internet
sekarang sejak ada pemasangan internet semua anak Kampung Terang
Bulan jadi tahu. Sejak dipasangnya internet kami anak-anak Terang
Bulan dengan mudah mencari sesuatu hal-hal yang dibutuhkan atau
yang penting.
Sementara Armawati sekarang mengaku sudah tidak kampungan lagi
(lihat blognya di http://kdarma.blogspot.com). Armawati lahir
di Dusun IV Serbajadi 4 Agustus 1991 dan sekarang duduk di kelas
1 SMK.
Sekarang saya sudah sangat senang karena
di Kampung Terang Bulan ini sudah ada internetnya, jadi saya
sudah tidak malu lagi. Mengapa saya bilang begitu, karena kampung
saya sekarang sudah tidak kampungan lagi. Tadinya sih saya sangat
malu karena kampung saya dibilang kampungan, tapi kan sekarang
sudah tidak kampungan lagi. Saya sangat senang karena saya dengar
di kampung saya inilah yang pertama kali dibukanya internet,
dari kampung-kampung lain di sekitar saya.
Maka kamu jangan sekali-kali bilang kampung kami ini kampungan.
Kampung kami ini sekarang sudah menjadi kampung yang terkenal
internetnya. Nah kalian yang membaca ini sudah tahu kalau kampung
Terang Bulan ini sudah ada internetnya, maka bergabunglah di
internet kami ini supaya kita tidak kampungan lagi, dan kita
menjadi pintar. Kalau pintar kan kita yang enak. Mengapa saya
bilang enak, karena dari internet kita bisa mencari teman, kenalan,
bisa cari pekerjaan, dan bisa tahu berita tentang presiden dll.
Komentar mereka yang sudah mengikuti pelatihan ini barangkali
layak juga untuk disimak:
Sebagai anak kampung, sebenarnya kami
tak mengerti apa itu open source, cuma minggu ini kami dititipkan
pesan bahwa Kampung Digital Terang Bulan harus belajar menghargai
karya orang lain, jangan pakai windows bajakan, ms office bajakan
kata abang-abang dari Webmedia yang melatih kami. Jadi kami
dikenalkan dengan istilah open source. Katanya lagi minggu depan
komputer-komputer kami akan diinstal Linux Ubuntu. Jadi untuk
seterusnya kami akan diajarkan bagaimana menggunakan Linux yang
gratis.
Begitulah suasana masyarakat Kampung Terang Bulan sekarang.
Selain belajar penggunaan internet, anak-anak di sana sudah
terbiasa mencari bahan pelajaran maupun mencari referensi melalui
internet. Mereka menggunakan searching dengan Yahoo
maupun Google. Dampak mereka sudah biasa menggunakan
komputer, sebagian dari mereka di sekolahnya sering menjadi
andalan untuk menjadi tempat bertanya tentang materi internet.
Selamat menuju perubahan Kampung Terang Bulan, selamat memasuki
dunia digital.
(Andy Zoeltom)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------