Laporan
Heru Sutadi dari Taipe
Republik China atau yang lebih dikenal dengan Taiwan, tidak
main-main dalam memanfaatkan teknologi informasi bagi rakyatnya.
Bahkan bukan hanya sekadar meman-faatkan, Taiwan berusaha menjadi
produsen perangkat yang terkait dengan teknologi informasi dan
komunikasi. Setidaknya begitulah yang tergambar dalam Konferensi
dan Eksebisi “WiMAX Asia Pasifik 2007” di Taipei
Ibu Kota Taiwan, pertengahan Mei lalu. Dalam acara dua hari
di negeri yang baru saja diguncang gempa akhir tahun lalu yang
menyebabkan jaringan internet di dunia ‘semaput’
tersebut, potensi Taiwan ditampilkan. Selain tentang bagaimana
WiMAX (worldwide interoperability for maximum access) dimanfaatkan
bagi masyarakat, ternyata diam-diam—berbeda dengan Indonesia
yang saat ini baru membicarakan soal peran industri lokal dalam
adopsi WiMAX nantinya— Taiwan sudah bersiap mengekspor
perangkat WiMAX yang mereka produksi secara ‘rumahan’.
Perangkat
yang telah dihasilkan industri Taiwan pun beragam. Dari perangkat
BTS, antena, maupun Customer Premises Equipment (CPE)-nya pun
telah siap beraksi. Untuk memberi keyakinan kepada pengunjung,
demo pun digelar. Beragam aplikasi digelar, termasuk demo kese-hatan
secara elektronik (e-health), proses download mau-pun upload,
yang semuanya begitu mengasyikkan karena proses tukar-menukar
data dan akses internetnya begitu cepat. Wusss…wusss….
M-Taiwan
Apa yang dilakukan negeri yang berawal dari Pulau Formosa ini,
merupakan pemanasan dari program M (mobile)-Taiwan, yang diharapkan
dapat selesai 2008 mendatang. M-Taiwan ini juga merupakan pijakan
lanjut dari apa yang telah dicapai Taiwan selama ini yang dikenal
sebagai penyuplai beragam produk TIK dari semikonduktor, komputer,
produk elektronik, dan juga jaringan. Taiwan berambisi menjadi
pembuat produk TIK yang paling ngetop untuk industri Wi-Fi (saat
ini sudah mencapai 90% dari pasar dunia). Dan pemerintah di
sana, mengidentifikasikan produk generasi berikutnya yang harus
dihasilkan Taiwan adalah WiMAX.
Penetapan itu didasarkan pada cetak biru WiMAX yang dibuat The
Science & Technology Group (STAG) of Executive Yuan pada
2005 yang menyatakan bahwa WiMAX akan menjadi fokus industri
TIK masa depan bagi Taiwan dan teknologi tersebut akan digunakan
untuk mengantarkan apa yang disebut M-Learning, M-Life, dan
M-Service dalam program M-Taiwan.
M-Taiwan merupakan langkah lanjut kesuksesan Taiwan menggelar
E-Taiwan. Program M-Taiwan cukup singkat untuk segera direalisasi,
enam tahun, karena hal itu merupakan tantangan dari Rencana
Pembangunan Nasional Taiwan yang disampaikan pada 2002. Sehingga,
diharapkan pada 2008, program M-Taiwan telah berjalan dan sukses.
Untuk itu, tentu saja, tidak sedikit uang yang mesti digelontorkan.
Pemerintah Taiwan mengalokasikan dana 42 juta dolar AS untuk
tahun 2005, dan 70 juta dolar AS untuk tahun 2006, sebagai kick-off
program tersebut.
Program
M-Taiwan begitu penting dan merupakan ekosistem untuk membangun
supply, demand, dan infrastruktur industri. Untuk menciptakan
lingkungan yang dibutuhkan dalam rangka tercapainya program
tersebut, pemerintah telah pula menyiapkan regulasi dan kebijakan
kerangka kerja, standardisasi aplikasi teknologi, menyediakan
bantuan dana serta membuka spektrum frekuensi yang sesuai. Lingkungan
yang ditata pemerintah diharapkan dapat mendukung sekitar 8
juta pengguna broadband nirkabel pada 2008 nanti.
Satu dari beberapa tujuan utama dari program M-Taiwan adalah
untuk memperkuat infrastruktur dan layanan TIK Taiwan guna menyediakan
lingkungan akses broadband nirkabel kelas dunia untuk pengguna
internet. Guna mencapai tujuan tersebut, pemerintah mendukung
seluruh entitas lokal untuk berkolaborasi dengan perusahaan
internasional, yang bukan saja menangani proyek di dalam negeri,
tapi juga secara agresif ikut serta dalam mencari kesempatan
berbisnis secara global.
Namun secara spesifik, ada empat tujuan M-Taiwan. Pertama adalah
memperluas infrastruktur guna mengurangi kesenjangan digital.
Kedua, meningkatkan kapabilitas perangkat TIK. Ketiga, menciptakan
industri layanan mobile data. Keempat, membangun lingkungan
industri mobile yang kompetitif. Program M-Taiwan akan menciptakan
beberapa kota di mana seluruh kota dipenuhi dengan jaringan
broadband nirkabel untuk menyediakan layanan bergerak yang terintegrasi.
Untuk ke arah sana, ada beberapa strategi yang kedepankan. Di
antaranya adalah membentuk ekosistem WiMAX yang lengkap, yang
meliputi chipset, CPE, base station, elemen jaringan, sistem
integrasi, aplikasi dan operasional komersial. Kemudian, membangun
beberapa aplikasi yang berbeda, mendesain pasangan jaringan
WiMAX/WiFi untuk memperkuat industri WiFi di Taiwan.
Strategi lainnya adalah turun tangannya pemerintah mensponsori
penelitian dan pengembangan core technologies agar proyek WiMAX
dapat diakselerasikan, serta berpatisipasi dalam penetapan standar
internasional dan berkolaborasi dengan organisasi maupun pemain
industri internasional untuk mempercepat pengembangan produk,
fabrikasi, dan penciptaan pasar. Untuk menjamin kemampuan interoperabilitas
antarjaringan yang ditelurkan beragam proyek di bawah bendera
M-Taiwan, pemerintah membiayai terbentuknya M-Taiwan Support
Center untuk tes operabilitas dan pintu masuk bagi produk-produk
sebelum digabungkan dengan jaringan M-Taiwan. Seperti halnya
ekosistem lain, ekosistem WiMAX meliputi juga demand, supply,
dan infrastruktur. Untuk menciptakan ekosistem yang sehat, lingkungan
yang kompetitif sangat dibutuhkan untuk mengendalikan rantai
nilai industri skala besar.
Program M-Taiwan merupakan jawaban dari kebutuhan baik sektor
publik maupun swasta agar terpenuhi kapasitas yang dibutuhkan
dalam ekosistem. Sektor publik utamanya berfokus pada layanan
pemerintahan atau disebut M-Service, dan segmen pendidikan atau
M-Learning. Pemerintah Taiwan secara aktif mendukung inisiatif
M-Service dengan berpartisipasi dalam demo aplikasi WiMAX seperti
layanan lalu lintas, kesehatan, maupun keamanan. Inisiatif M-Learning
meliputi pembelajaran jarak jauh dan keamanan kampus.
Adapun inisiatif lain M-Life yang terkait dengan sektor publik
seperti mempromosikan ide untuk perluasan wilayah penetrasi
broadband dan aplikasi kreatif seperti hiburan, perbankan ataupun
hal-hal yang terkait dengan jual beli. Pemerintah juga membantu
investasi awal dan sumber daya terkait dalam pengem-bangan konten
dan layanan untuk telepon bergerak.
Salah-satu
kegiatan ICT di Taiwan.
Infrastruktur
Infrastruktur yang memadai merupakan hal krusial dalam ekosistem.
Untuk mengembangkan cakupan layanan dengan menggunakan teknologi
nirkabel semisal WiMAX, yang paling esensial adalah spektrum
frekuensi yang didedikasikan untuk implementasinya. Pemerintah
Taiwan mengumumkan pada 13 Februari 2007 lalu bahwa mereka akan
mengadopsi dua tahap pembukaan spektrum untuk layanan akses
broadband nirkabel.
Dalam fase pertama, ada tiga lisensi regional untuk masing-masing
wilayah di Taiwan bagian Selatan dan Taiwan bagian Utara yang
akan dikeluarkan sebelum Juni 2007. Lisensi tersebut akan berlaku
untuk masa enam tahun dan dapat diperpanjang satu kali. Adapun
lebar pita yang ditawarkan untuk masing-masing lisensi adalah
30 MHz pada band 2.5-2.69 GHz. Untuk lisensi nasional, akan
dikeluarkan setelah Juni 2009 dan akan berlaku untuk waktu 10
tahun. Lisensi akan diberikan melalui lelang terbuka dan pemenangnya
didasarkan pada calon operator yang dapat memberikan persentase
dari revenue terbesar kepada pemerintah sebagai bayaran untuk
lisensi.
Lisensi itu juga disebut-sebut menawarkan rentang frekuensi
yang cukup bagus untuk proyek M-Taiwan dan operasi komersialnya
karena secara karakteristik fisik spektrum tersebut memang didedikasikan
untuk teknologi broadband wireless access termasuk jaringan
mobile WiMAX.
Dalam rangka melakukan pengujian layanan aplikasi WiMAX dan
verifikasi teknologi, pemerintah menyediakan dana yang dibutuhkan
untuk pengembangan kota agar bisa menjadi mobile (termasuk Taipei
dan Taichung, serta beberapa wilayah lain untuk) layanan khusus
dan mengurangi kesenjangan digital. Hingga saat ini, ada sekitar
20-an proyek M-Taiwan diluncurkan di seluruh kepulauan tersebut.
Total dana yang dibutuhkan untuk M-Taiwan adalah 212 juta dolar
AS. Program tersebut diharapkan dapat menstimulasi industri
Taiwan untuk berinvestasi hingga 630 juta dolar AS untuk infrastruktur
jaringan WiMAX. Yang menarik, semua operator telekomunikasi
‘tradisional’ dari penyelenggara telepon tetap,
operator telepon bergerak, operator PHS (Personal Handphone
System) serta operator baru lain yang bergerak di industri jasa
telekomunikasi, terlibat dalam membangun jaringan WiMAX di Taiwan.
Pilot Project
Jika pada 2005, hanya sekitar 23 proposal yang masuk (10 untuk
M-Service serta M-Life, dan sisanya mengenai pembangunan infrastruktur
WiMAX di berbagai kota) maka pada 2006 ada sekitar 33 proposal
yang diterima. Dan M-Taiwan pun berkembang ke arah penciptaan
aplikasi dan membangun infrastruktur yang luas. Dari 33 proposal,
12 proposal dibiayai termasuk 9 untuk infrastruktur dan 3 untuk
poyek aplikasi.
Operator PHS satu-satunya di Taiwan, Fitel, merupakan pemain
yang cukup agresif untuk program tersebut (mencapai angka 39%
dari pembangunan WiMAX dalam program M-Taiwan). Kemudian diikuti
oleh operator WSIP, Tatung sebesar 18% dan operator telepon
bergerak FET yang berada pada angka 17%. Sementara operator
lain semisal Chunghwa Telecom, APBT dan VIBO Telcom berbagi
di sisa kontribusi 25% keterlibatan dalam M-Taiwan.
Untuk proyek Fitel, direncanakan mengintegrasikan layanan PHS
dengan jaringan mobile WiMAX dan menjanjikan setidaknya 50%
perangkat yang digunakannya merupakan produk lokal. Jaringan
WiMAX Fitel utamanya akan melayani Kota Taipei dengan total
BTS mencapai 430. Diperkirakan dengan jumlah BTS itu, 80% populasi
Taiwan bagian Utara akan dapat terlayani. Fitel juga mengakselerasikan
penelitian dan pengembangannya untuk handset WiMAX/GSM dual
mode menggunakan telepon dual mode yang sudah ada yaitu PHS/GSM.
Sementara Tatung, sebagai satu di antara penyuplai 3G terpenting
di Taiwan, akan meluncurkan WiMAX pada 2008. Adapun layanan
yang akan disediakan meliputi VoIP, portal situs bergerak, E-Map
dan sistem pemposisian bergerak, ebisnis bergerak maupun blog
multimedia bergerak. Tatung akan bekerja sama dengan VIBO Telecom
dan diharapkan dapat melayani 85% populasi wilayah Kaoshiung,
Taiwan bagian Selatan.
Sedangkan FET, sebagai operator ‘tradisional’ 2G/3G
sangat optimistis bahwa WiMAX memberikan kesempatan bisnis aplikasi
yang cukup bagus, sehingga berencana akan menggelar jaringan
pada 2007-2008. FET akan melayani wilayah Bancaiao dan Jhonghe
di Taiwan bagian Utara, dengan estimasi cakupannya di atas 80%.
FET berencana juga menyediakan layanan kesehatan bergerak jarak
jauh dan mengembangkan sistem transportasi dengan menggunakan
jaringan WiMAX. FET juga tertarik menyediakan akses broadband
nirkabel di atas kereta api yang juga akan dibangun koneksi
ke bandara domestik dan internasional di Taipei. Semua langkah
itu, bagi pemerintah Taiwan merupakah awal untuk merealisasikan
potensi dari dunia nirkabel. Dengan inisiatif M-Taiwan, negara
tersebut mengharapkan dapat menstimulasi peningkatan standar
kehidupan, cara yang mungkin nampak seperti fiksi ilmiah hingga
sekarang.
(Heru
Sutadi)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------