HALAMAN
1 l HALAMAN
2
E -GOVERNMENT DI TULUNGAGUNG
Dari Manual Menuju WAN Kota
Tulungagung
ditunjuk pemerintah provinsi Jawa Timur sebagai pilot project
penggunaan akses informasi dengan TI. Di kabupaten penghasil keramik
ini, mulai dirancang pembangunan sistem komunikasi melalui wireless
area network (WAN).
Ada pepatah tua yang mengatakan, don’t judge the book by
it’s cover (jangan pernah menilai isi suatu buku hanya dengan
melihat sampulnya). Petuah ini rasanya pas untuk menggambarkan
bagaimana geliat kota keramik Tulungagung, berjuang dengan segala
keterbatasannya meraih angan di masa depan, khususnya bagi pengembangan
TI. Bagaimana tidak, sepintas siapa pun yang belum pernah berkunjung
ke kota yang mempunyai motto Tulungagung Ingandaya (industri,
pangan, dan budaya), pasti akan menganggap remeh perkembangan
kota kecil ini, khususnya pengembangan TI. Padahal kabupaten Tulungagung
tergolong wilayah berpotensi besar. Sebut saja potensi industri
dengan beberapa produk unggulannya, seperti kerajinan marmer dan
onyx di Kecamatan Campurdarat, konfeksi border, batik Tulungagung
hingga potensi di bidang pangan yang menobatkan Tulungagung sebagai
produsen beras karena mensuplai stok beras nasional.
Nah segala keunggulan dan potensi tersebut, bisa dimaksimalkan
dengan bantuan TI. Setidaknya, TI bisa dijadikan tool untuk mempromosikan
beragam potensi tadi. “Segala potensi yang ada di Tulungagung
akan bisa terangkat, kalau kita juga menerapkan TI,” ujar
tokoh masyarakat Tulung-agung Marzuki Ars. Karenanya, menurut
Marzuki, masyarakat di Tulungagung pasti mendukung kema-juan kota
bila TI diimplementasikan.
Sebagai gambaran, penerapan e-government di Tulungagung dimulai
sejak 2002. Sejak adanya Keppres No. 6 Tahun 2001 yang ditandai
dengan pembuatan website www.jatim-online.or.id, Peme-rintah Provinsi
Jawa Timur menyediakan halaman bagi masing-masing kabupaten di
wilayahnya, untuk mengisi website dengan berita-berita aktual
daerah setempat. “Berangkat dari website itu, kami mulai
berkenalan dengan Telkom Tulungagung untuk mengisi halaman website
dengan membuat profil kota, membuat berita yang berisi agenda,
dan kegiatan yang dilakukan warga Tulungagung. Dan informasi itu
terus kita update,” ujar Kepala Seksi PDE Tulungagung Suharsono.
Setelah mengikuti berbagai seminar dan workshop di Jawa Timur,
menginjak tahun 2003, Tulungagung membuat website sendiri dengan
alamat www. tulungagung.go.id. Website tersebut dikelola oleh
Kantor Infokom bekerja sama dengan Telkom. Sejak saat itu, setiap
berita tentang Tulungagung bisa dilongok di dua website sekaligus
yakni www.tulungagung.go.id serta www. jatim-online.or.id Di awal
berkembangnya situs e-government, daerah ini mendapat sejumlah
prestasi lantaran paling banyak memuat berita seputar Tulungagung.
AHMAD
PITOYO
Kepala Informasi Komunikasi dan Data Elektonik Kab. Tulungagung
Sebelumnya, saat awal diluncurkannya website, Infokom sempat menuai
protes. Pasalnya, berita-berita di website dinilai kurang deras,
imbasnya news-nya kurang segar. “Tapi Insya Allah, sekarang
hampir setiap hari kami selalu meng-update berita-berita di website,”
ujar Kepala Informasi Komunikasi dan Data Elektronik Kabupaten
Tulungagung Ahmad Pitoyo. Menyinggung soal fitur, hingga kini
website belum dilengkapi dengan fasilitas untuk pengaduan masyarakat
atau UP2M (Unit Pelayanan Pengaduan Masyarakat). “UP2M masih
dalam bentuk draft. Selama ini masyarakat yang ingin mengadu tentang
kinerja aparat baru bisa melalui radio, telepon, internet atau
surat,” ujar Ahmad Pitoyo.
Bermacam
Back Office
Untuk mendukung kinerja, beberapa aplikasi sudah diimplementasikan
di Pemkab Tulungagung. Yakni Simduk, Siak, Simpeg, Simkeu, dan
Simkes yang dibangun oleh masing-masing dinas. Soal jaringan,
antar dinas belum terconnecting. Meski hubungan antar dinas masih
dilakukan secara manual, namun menurut Ahmad Pitoyo, volume pekerjaan
di Tulungagung masih memungkinkan dilakukan secara manual.
Saat ini, seluruh pelayanan disentralkan di UPT (Unit Pelayanan
Terpadu). Dalam sehari, Kantor Pelayanan Terpadu menerima kurang
lebih seratus pemohon, dan melayani 5 perizinan. Rusaknya sistem
dan komputer di Kantor Pelayanan Terpadu Tulungagung sejak dua
tahun terakhir, membuat kantor ini memberikan pelayanan kepada
pemohon izin secara manual. Kerusakan komputer, perangkat dan
sistem di kantor ini tidak segera diperbaiki karena terbentur
dana. “Sampai saat ini kami masih belum mendapatkan anggaran.
Mudah-mudahan dalam perubahan anggaran keuangan 2007 nanti, anggaran
ada. Sehingga kami bisa membangun page, memperbaiki wajah website
dan memulai penerapan Information and Communication Technology
(ICT),” tutur Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten
Tulungagung Sumarsono berharap. Apalagi, lanjut Sumarsono, sudah
ada IFC Pensa yang siap bekerja sama untuk memperbaiki sistem
yang rusak sehingga terobosan ini diharapkan membuat prosedur
pelayanan lebih simpel dan mudah.
Ancang-ancang membangun akses antar dinas juga akan direalisasikan.
Karena pertengahan 2006 ini, sudah ada sistem jaringan WAN atau
wireless area network. Sejauh ini, sistem jaringan WAN sudah diselenggarakan
oleh SMKN 1 Boyolangu yang merupakan proyek dari Dikmenjur. Dari
sini, akan dikembangkan menjadi WAN Kota. “Dengan adanya
jaringan WAN, akan dikembangkan dari WAN sekolah menjadi WAN Kota,”
tutur Suharsono.
Kini mulai dirintis pemasangan pemancar dengan pemancar WAN di
SMKN 1 Boyolangu sebagai sentra. Bila ada anggaran, kata Suharsono,
akan dipasang beberapa pemancar. Misalnya di Pendopo, di Disdiknas,
dan Infokom. “Setelah itu akan kami kembangkan ke dinas-dinas
yang lain sehingga ke depan antar dinas sudah bisa berkomunikasi
antar WAN,” ujar Suharsoho lebih lanjut. Beruntung, bila
di daerah lain di Jawa Timur seperti Pacitan yang dikenal sebagai
wilayah blankspot, maka di Tulungagung kendala blankspot dapat
diminimalisir. Secara geografis di beberapa daerah pinggiran seperti
di Puncanglagan memang ada blankspot. Namun kendala itu bisa diatasi
dengan adanya BTS. Beberapa daerah lain yang relatif berada dalam
dataran tinggi seperti Kecamatan Panggung Gungung, Pager Wajo,
Sendang pun akan dibangun BTS sebagai solusi bila WAN Kota mulai
berjalan.
Baca lengkapnya di Majalah.