Kota
Denpasar:
Websitenya
Sih Oke, Back Office Nanti Dulu
Website
Pemerintah Kota Denpasar berulang kali meraih kejuaraan. Sayangnya
prestasi ini belum diikuti dengan penggunaan TI yang maksimal
untuk mendukung kinerja peme-rintahan. Belum banyak aplikasi yang
digunakan dan layanan publik pun masih digelar secara konvensional.

Pagi itu seperti biasa, begitu tiba di kantor yang berlokasi di
Jalan Melati No. 25 Denpasar, Bali, K. Nick Natha Wibawa menjalankan
"ritual" wajibnya. Menghidupkan komputer di ruang kerjanya
dan langsung connect ke internet dengan cara dial up. Yang dituju
adalah website Pemkot Denpasar yang beralamatkan www.denpasar.go.id.
Sebagai kepala Kantor Pengolahan Data Eletronik (KPDE) Pemkot
Denpasar, Nick perlu mengetahui sejauh mana hasil kerja para staf
yang diberi amanah untuk meng-update berita secara rutin.
Usai memastikan sejumlah berita aktual telah terpublikasi di website,
jebolan S2 Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali ini membaca
setiap berita dengan cermat. “Bila ada kalimat atau isi
yang kurang pas, saya langsung mengeditnya,” tuturnya. Iya,
sebagai kepala KPDE, Nick memberikan perhatian penuh pada content
website. Jangan sampai, berita yang disuguhkan kepada pembaca
tidak akurat, apalagi basi. Nah, yang menarik tak cuma para stafnya
yang mendapat mandat untuk mencari berita. Sesekali aktivitas
serupa dilakoni Nick.
Ambil contoh, ketika dia mengikuti acara seminar seputar TI atau
e-government di luar kota. “Begitu acara selesai, saya membuat
beritanya dan saya upload sendiri untuk dimuat di website.”
Padahal, mulanya Nick seperti kebanyakan PNS di kalangan pemerintahan,
tidak begitu paham seputar TI apalagi berhubungan dengan yang
namanya internet. “Pokoknya gaptek deh,” kenangnya.
Nah, saat walikota Denpasar, A.A. Gede Ngurah Puspayoga memberinya
amanah sebagai kepala KPDE pada 2002 lalu, Nick tidak tinggal
diam. Ia belajar banyak hal terkait dengan TI termasuk internet
secara otodidak. Hasilnya? Kini, setiap hari ia biasa berselancar
di dunia maya. Pemahamannya seputar TI kian hari terus bertambah.
Pendek kata, tutur Nick, amanah yang diberikan memotivasi dirinya
untuk banyak menimba ilmu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A.A. Gede Ngurah Puspayoga
“Investasi TI Kami Lakukan Secara
Bertahap”
Penampilannya
terkesan kalem dan tidak ingin banyak bicara. Itulah sosok walikota
Denpasar, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Di kalangan war-tawan,
ia dikenal tak banyak memberikan komentar. Toh kedekatannya de-ngan
kalangan pers, lebih banyak ia bina dalam obrolan santai, jauh
dari kesan formal. Pun ketika Faizah Rozy, bertandang ke Denpasar,
awal Sep-tember lalu. Ketika diajak bicara seputar implementasi
TI di Pemkot Den-pasar, ia langsung berkata, “Nggak usahlah
wawancara serius.” Dengan san-tai, Pak Wali menjawab beberapa
pertanyaan yang kami diajukan.
Sejauh mana implementasi penggunaan TI di Pemkot
Denpasar?
Sebagian cara kerja kami telah didukung oleh TI meski belum semuanya.
Kota Denpasar adalah ibu kota provinsi Bali yang dikenal
secara internasional. Mengapa implemen-tasi TI, dalam hal ini
di pemerintah, terkesan lambat?
Kalau dibilang lambat, menurut saya tidak. Buktinya, website kami
beberapa kali meraih kejuaraan. Ini menunjukkan bahwa ada perhatian
dari kami di bidang TI. Content website di-update secara rutin
dan informasi seputar kota Denpasar bisa dilihat melalui website.
Tapi secara back office belum banyak aplikasi yang
digunakan, hanya beberapa unit kerja saja?
Teknologi memang penting dan perlu. Tapi bagaimanapun kami harus
pakai skala prioritas. Ada bidang-bidang yang saat ini lebih penting
dari TI. Makanya, kami dahulukan mana yang lebih penting terlebih
dahulu.