DKI
Jakarta
Pembangunan "Back Office" Lebih Mendapat Tempat
Sebagai
kota metropolis, tuntutan adanya layanan publik yang cepat, mudah,
dan tran-sparan dari warga sangatlah tinggi. Hanya saja, saat
ini pemda setempat tengah mem-fokuskan diri pada back office serta
pembangunan infrastruktur.

Lelaki itu berjalan santai menuju terminal busway di depan Ratu
Plaza, Jakarta Selatan. Begitu sampai di pintu masuk terminal,
ia mengambil kartu magnetik dari saku kemejanya. Begitu kartu
langganan itu digesekkan ke salah-satu bagian pintu masuk, dengan
cekatan, tangannya memutar pintu palang. Selang beberapa menit,
ia sudah berada dalam bus. Sambil membaca koran, ia terlihat menikmati
sejuknya air condition (AC) di dalam bus tersebut.
Semenjak adanya kartu magnetik, praktis warga DKI yang biasa menggunakan
busway sebagai salah-satu sarana transportasi untuk berbagai keperluan,
tak perlu repot menyiapkan uang setiap hendak naik bus way. Cukup
membeli kartu dengan nominal tertentu, pelanggan bus tinggal me-lenggang
naik angkutan yang mulanya membuat kontroversial itu. Jumlah nominal
angka pada kartu berkurang setiap digesekkan di pintu masuk. Bisa
jadi, itulah satu-satunya layanan cepat yang di-sajikan Pemprov
DKI kepada warganya. Bagaimana dengan layanan publik yang lain?
Di usianya yang menapak 478 tahun, jangan berharap banyak bahwa
pelayanan publik di kota metropolis yang disajikan oleh Pemprov
DKI sudah berjalan ideal. Anggapan bahwa layanan publik masih
berjalan lama, berbelit-belit, dan tidak transparan masih mendominasi
di benak kebanyakan warga.
Simak saja penuturan artis Lola Amaria. Ia pernah tersandung pengalaman
kurang mengenakkan ketika hendak mengurus KTP (kartu tanda penduduk).
Ceritanya, ia kesal terhadap sikap petugas di bagian pelayanan
pembuatan KTP. “Mereka asyik ongkang-ongkang kaki dan ngobrol
padahal saya berharap perpanjangan KTP bisa cepat selesai,”
ujarnya. Kekesalan Lola makin memuncak ketika harus menunggu lebih
lama lagi. “Ada yang bilang mesti tunggu bapak ini-itu.
Padahal kan jam kerjanya sudah berjalan. Masa sih belum datang?
Ini kan namanya tidak tertib,” tandas artis yang kini sibuk
menyutradarai film “Betina” yang akan rilis sekitar
bulan September mendatang itu.
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo berpendapat, “Memang
pembangunan dan imple-mentasi ICT di Pemprov DKI Jakarta sudah
berjalan, tetapi seharusnya bisa semakin terlihat.“
Pasalnya, kata Roy, Jakarta merupakan ibukota Indonesia. Apalagi,
lanjut Roy, dibandingkan dengan beberapa wilayah lain Jakarta
tertinggal.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aisa D. Tobing (Kepala Kantor Pengelola Teknologi
Informasi (KPTI) Pemprov DKI)
“Pembangunan ICT Mengikuti Renstrada”
Pembangunan
ICT di Pemprov DKI Jakarta dilakukan dengan mengacu pada Rencana
Strategis Daerah (Renstrada) pembangunan DKI Jakarta secara menyeluruh.
Tindak lanjutnya, Pemprov tengah menggodok master pem-bangunan
ICT. Sejauh mana perkembangan masterplan tersebut? Aisa D. Tobing,
Kepala Kantor Pengelola Teknologi Informasi (KPTI) Pemprov DKI
memaparkannya kepada e-Indonesia. Pertanyaan yang diajukan seperti,
bagaimana kebijakan pembangunan ICT di Pemprov DKI Jakarta?
Dari kebijakan yang telah diambil, implementasinya seperti apa?
Sejauh mana perkembangannya sekarang? dan pertanyaan penting lainnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
www.jakarta.go.id
Jakarta
tengah menapak usia ke-478 tahun. Berbagai hajatan besar tengah
digelar di kota metropolis ini. Sebut saja gelaran rutin Jakarta
Fair dan Jakarta Great Sale. Namun jangan berharap banyak, bahwa
Anda bisa men-dapatkan banyak informasi dari kedua acara yang
digelar tersebut lewat website www.jakarta.go.id. Sepertinya,
Pemda DKI Jakarta tidak meng-gunakan media elektronis ini sebagai
sarana untuk menggeber informasi tersebut. Yang ada cuma kalimat-kalimat
ucapan ulang tahun. Tak lebih dari itu. Beralih ke tampilan, bila
mengamati apa yang terlihat pada halaman muka, website ini sepintas
mirip dengan detik.com, salah-satu situs berita di Tanah Air.
Warna biru tua mendominasi setiap ruang yang ada serta layer yang
tertata dengan warna hampir senada, dikontraskan dengan warna
kuning dan jingga. Dengan desain yang sedemikian rupa, tampaknya
pengelola web ingin menampilkan situs ini secara elegan dan bercitra
metropolis.