Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 


Melaju Kebumen dengan e-Government


Sadar bahwa TI bisa mendukung kinerja menjadi lebih baik, Pemkab Kebumen secara bertahap menerapkan e-government. Komitmen sang bupati disertai semangat para staf, membuat keterbatasan dana bukanlah suatu kendala untuk mengimplementasikan e-government.



Status sebagai kota miskin ke tiga di wilayah Jawa Tengah, tidak serta merta membuat Kabupaten Kebumen tidak menjamah teknologi informasi (TI). Meski disibukkan dengan program pengentasan kemiskinan, pembangunan fisik sarana umum, dan beragam permasalahan sosial lainnya, nyatanya TI tetap mendapat tempat di pemerintahan. Malah, beberapa tahun terakhir, kabupaten yang terletak tepat di pesisir selatan Samudera Indonesia ini semakin getol menggunakan TI untuk mendukung kinerjanya. Dengan dana yang boleh dibilang apa adanya, Pemkab Kebumen mencoba berbuat apa yang mereka yakini bisa direalisasikan. Salah-satu wujudnya adalah pembenahan administrasi kependudukan. Hasilnya, untuk membuat KTP di kota yang berpenduduk 1,24 juta jiwa ini hanya membutuhkan waktu lima menit. Pun dengan akta kelahiran, prosesnya juga tak kalah ringkas.

Salah Persepsi
Awal mula penggunaan TI di Kebumen digawangi oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE), yang dibentuk pada 1999. Pada 2004, PDE yang sempat digabung dengan bidang Hubungan Masyarakat (Humas) berubah nama menjadi Badan Informasi, Komunikasi dan Pengelolaan Data Elektronik. Adapun proses komputerisasi di Kebumen baru berjalan pada 2000 lewat pengadaan personal computer (PC) dan local area network (LAN). Sejalan dengan itu, dilakukan semacam diklat TI untuk pewakilan satuan kerja (satker) yang bertugas mengelola komputer.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RUSTRININGSIH (Bupati Kebumen)
Perlu Dana Pendamping untuk TI


Didapuk menjadi bupati Kebumen sejak 23 Maret 2000, membuat Rustri-ningsih terus berpikir bagaimana agar daerah dan warga yang dipimpinnya lebih baik dan maju. Sejumlah terobosan dilakukan oleh wanita kelahiran Kebumen 3 Juli 1967 ini. Mulai dari menggeliatkan derap pembangunan khu-susnya sarana publik, mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), hingga baru-baru ini, menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan bupati untuk pembangunan lima gedung SD yang rusak.

Bidang teknologi informasi (TI) juga mendapat perhatian dari jebolan Magister Administrasi Negara UGM ini. Meski diakui mbak Rustri —sapaan akrab Rustriningsih— pengadaan TI mendapat perlawanan yang cukup ketat baik di lingkup birokrat sendiri maupun DPRD. Toh, ia tidak patah asa. “Tinggal pandai-pandainya mengatur anggaran sesuai prioritas kebutuhan dan dana yang ada,” tutur Ketua DPC PDI P Kebumen ini. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana komitmennya terhadap TI, Andy Zoeltom, Faizah Rozy, dan Chandra Wirawan dari e-Indonesia menemui wanita yang tetap energik meski tengah hamil tujuh bulan ini. Berikut nukilan perbincangan merek.

Sejauh mana pelayanan publik di Kebumen yang didukung TI?
Baru sebatas pelayanan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Sepanjang persyaratan yang diperlukan lengkap, maka proses pembuatan atau perpanjangan KTP cuma dalam hitungan beberapa menit, paling 5 menit dan dilakukan di tingkat kecamatan. Tapi sekarang sudah ganti aturan berupa KTP biru. Dan kami baru ujicobakan di beberapa kecamatan saja.

Untuk pelayanan satu pintu bagaimana?
Pelayan satu pintu yang berupa perizinan sudah kami terapkan. Namun untuk pelayanan yang lain, belum. Sebagai gambaran, saat perhitungan suara Pilkada di Kebumen yang diselenggarakan 5 Juni lalu, dengan dukungan TI, prosesnya berlangsung cepat. Pukul 03.00, esok hari setelah pemilihan, bisa diakses dari propinsi Jawa Tengah. Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain yang menggelar Pilkada pada saat bersamaan, baru tiga hari kemudian bisa diakses dari propinsi Jawa Tengah.

Artikel selengkapnya baca di Majalah e-Indonesia Edisi 05-September 2005
 

KEMBALI  l  KE ATAS

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2006