Catatan
Redaksi:
Pembaca, mulai nomor ini kami menyediakan rubrik tanya jawab
mengenai pendidikan. Tak dapat dipungkiri berbagai persoalan
banyak menyelimuti masalah pendidikan di tanah air. Rubrik
ini sengaja kami sediakan untuk membuka wacana dan pembahasan
mengenai masalah yang terjadi di dunia pendidikan, sekecil
apa pun masalahnya. Untuk nomor ini, perta-nyaan yang masuk
akan dijawab oleh Hary Sudiyono seorang pengamat ICT untuk
Pendidikan yang tinggal di Jakarta. Semoga bermanfaat. |
Mengapa
Belajar Matematika Sulit?
-----------------------------------------------------------------------------------------
Pak
Harry,
Bagaimana ya cara belajar matematika, agar dapat dicerna dengan
baik? Saya agak kesulitan. Apalagi Matematika merupakan salah-satu
mata pelajaran yang ada dalam Ujian Nasional, jadi sangat menentukan
dalam kelulusan saya.
Dawam Haryanto
Jakarta Selatan
Jawab:
Memang, Dawam, dari tiga bidang studi yang ada dalam Ujian Nasional,
nampaknya pelajaran Matematika menjadi “primadona”.
Primadona sengaja saya beri tanda petik, karena mata pelajaran
tersebut selain pada sebagian siswa menjadi momok namun mau tak
mau harus dilakoni karena ia menjadi mata pelajaran menentukan
dalam Ujian Nasional. Begitulah nasib mata pelajaran tersebut.
Menurut survei yang ada, di belahan mana pun di dunia, siswa tidak
menyenangi matematika (kecuali segelintir kecil yang aneh). Jika
diberi kebebasan untuk memilih, pasti siswa tidak mau belajar
Matematika. Oleh sebab itu saya memaklumi jika Dawam pun menganggap
Matematika sebagai momok.
Namun Dawam tidak perlu khawatir. Pelajaran Matematika memang
tidak dapat seketika dipahami oleh semua orang. Ini terjadi karena
cara pengajarannya yang tidak dipersiapkan dengan baik. Kini,
sudah ada teknik-teknik cara belajar matematika.
Para ahli Matematika merangkap ahli Komputer di era 70 an melihat
terobosan akan terjadi dalam pengajaran Matematika, jika komputer
mampu menampilkan gambar, animasi, dan interaksi dalam proses
belajar siswa. Analoginya adalah dalam menonton televisi atau
bermain game. Anak-anak bisa berada di depan televisi berjam-jam
tanpa disuruh, bahkan susah berhenti kalau tidak dipaksa, jika
sudah bermain game.
Kejadian itulah yang mengilhami para ahli untuk menciptakan Computer
Assisted Learning / Computer Assisted Instruction, yang pada dasarnya
bertumpu pada kekuatan grafis dan animasi. Fungsi komputer menjadi
makin kuat karena dengan komputer dapat terjadi interaksi antara
mesin dengan manusia. Dengan demikian pengguna (manusia) tidak
hanya nonton saja, namun dapat terjadi interaksi.
Belajar Matematika dengan alat bantu komputer saat ini sudah mulai
diterapkan di banyak sekolah dan akan menjadi trend pada masa
depan. Mau tidak mau, cepat atau lambat sekolah, guru, siswa akan
menggunakan alat bantu ini karena dampaknya yang dapat mengubah
perilaku anak dari benci menjadi senang belajar.
Namun tidak semua software Matematika dapat dikatakan berhasil
berperan seperti yang diharapkan. Diperlukan upaya yang sangat
serius untuk mencapai hasil yang memuaskan. Kenapa? Jika softwarenya
bagus, tentu saja ada harapan mampu memberikan kontribusi membuat
mereka yang belajar menjadi senang. Mereka dapat menikmati dan
melewati pelajaran dengan senang. Jika itu yang terjadi, maka
pada gilirannya akan meningkatkan mutu pendidikan. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------