Awal Agustus
kemarin, kami kembali mengadakan diskusi terbatas. Kali ini yang
menjadi topik ba-hasan adalah mengenai CIO atau Chief Information
Officer. Dari diskusi tersebut kami berharap mendapat jawaban
siapa sebenarnya CIO? Apa peran dan tanggung jawab mereka? Di
mana posisi mereka dalam struktur sebuah organisasi perusahaan
atau pemerintahan. Yang tak kalah penting, ba-rangkali, adalah
bagaimana peluang karier mereka.
Untuk mendapat jawaban atas pertanyaan itulah kami kemudian mengundang
beberapa orang CEO, CFO, dan CIO. Hadir sebagai nara sumber awal
pada kesempatan tersebut mantan CEO Indosat Hasnul Suhaimi, mantan
CEO Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rudjito, CFO Ra-jawali Nusantara
Indonesia (RNI) Bambang Sumardiko, EVP IT & Supply PT Telkom
Adeng Achmad (karena sesuatu dan lain hal berhalangan hadir, dan
diwakilkan oleh Indra Utoyo, kepala IS Center PT Telkom), Kepala
Bapetikom (Badan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Kota Surabaya Nadjib Usman, dosen TI FMIPA Universitas Gadjah
Mada Jazi Eko Istiyanto, dan Kepala Balitbang Depkominfo Aizirman
Djusan.
 |
 |
|
Peserta diskusi tengah
mendengarkan paparan CFO RNI lewat tayangan
video (kiri) dan Aizirman Djusan (atas), kepala
Balitbang Depkominfo, ketika memberikan sambutan. |
Diskusi yang
dimulai pukul 14.30 di Gedung Indosat Tower lantai 25 itu, berlangsung
hangat. Masing-masing pembicara memaparkan pandangan dan pengalamannya
tentang CIO. Bagaimana seorang Hasnul Suhaimi yang ketika memimpin
Indosat menganggap penting adanya CIO, sementara hingga kini perusahaan
sekelas Telkom belum menganggap perlu ada CIO di tempat mereka.
Tentu saja mereka semua mempunyai alasan tersendiri.
Yang menarik dari diskusi kali ini adalah adanya penayangan video
dari Bambang Sumardiko. Semula Direktur Keuangan RNI ini memang
sudah commit untuk datang ke acara diskusi. Namun karena ada acara
mendadak yang sangat penting, ia tidak bisa datang dan “terpaksa”
merekam apa yang ingin ia sampaikan. Jadi, dengan seksama peserta
yang hadir menyimak pendapat Pak Bambang lewat tayangan video.
Pembaca,
Diskusi yang kami adakan itu adalah diskusi bu-lanan yang biasa
kami adakan. Hanya saja, bela-kangan ini diskusi tersebut tidak
bisa kami lakukan lagi tiap bulan karena kesibukan redaksional
yang mulai menumpuk. Namun, kami semua sepakat diskusi akan tetap
kami lakukan setidaknya dua atau tiga bulan sekali. Selain bersama-sama
mendis-kusikan topik yang akan dibahas, ajang tersebut juga sangat
berharga sebagai forum silaturahmi.
(AZ)