Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

e-Letter Majalah e-Indonesia Vol. II / No. 13 / Edisi 15 Agust - 15 Sept 2006


Diskusi CIO

 

Awal Agustus kemarin, kami kembali mengadakan diskusi terbatas. Kali ini yang menjadi topik ba-hasan adalah mengenai CIO atau Chief Information Officer. Dari diskusi tersebut kami berharap mendapat jawaban siapa sebenarnya CIO? Apa peran dan tanggung jawab mereka? Di mana posisi mereka dalam struktur sebuah organisasi perusahaan atau pemerintahan. Yang tak kalah penting, ba-rangkali, adalah bagaimana peluang karier mereka.

Untuk mendapat jawaban atas pertanyaan itulah kami kemudian mengundang beberapa orang CEO, CFO, dan CIO. Hadir sebagai nara sumber awal pada kesempatan tersebut mantan CEO Indosat Hasnul Suhaimi, mantan CEO Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rudjito, CFO Ra-jawali Nusantara Indonesia (RNI) Bambang Sumardiko, EVP IT & Supply PT Telkom Adeng Achmad (karena sesuatu dan lain hal berhalangan hadir, dan diwakilkan oleh Indra Utoyo, kepala IS Center PT Telkom), Kepala Bapetikom (Badan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi) Kota Surabaya Nadjib Usman, dosen TI FMIPA Universitas Gadjah Mada Jazi Eko Istiyanto, dan Kepala Balitbang Depkominfo Aizirman Djusan.

 Peserta diskusi tengah  mendengarkan paparan  CFO RNI lewat tayangan  video (kiri) dan Aizirman  Djusan (atas), kepala  Balitbang Depkominfo,  ketika memberikan  sambutan.

Diskusi yang dimulai pukul 14.30 di Gedung Indosat Tower lantai 25 itu, berlangsung hangat. Masing-masing pembicara memaparkan pandangan dan pengalamannya tentang CIO. Bagaimana seorang Hasnul Suhaimi yang ketika memimpin Indosat menganggap penting adanya CIO, sementara hingga kini perusahaan sekelas Telkom belum menganggap perlu ada CIO di tempat mereka. Tentu saja mereka semua mempunyai alasan tersendiri.

Yang menarik dari diskusi kali ini adalah adanya penayangan video dari Bambang Sumardiko. Semula Direktur Keuangan RNI ini memang sudah commit untuk datang ke acara diskusi. Namun karena ada acara mendadak yang sangat penting, ia tidak bisa datang dan “terpaksa” merekam apa yang ingin ia sampaikan. Jadi, dengan seksama peserta yang hadir menyimak pendapat Pak Bambang lewat tayangan video.

Pembaca,
Diskusi yang kami adakan itu adalah diskusi bu-lanan yang biasa kami adakan. Hanya saja, bela-kangan ini diskusi tersebut tidak bisa kami lakukan lagi tiap bulan karena kesibukan redaksional yang mulai menumpuk. Namun, kami semua sepakat diskusi akan tetap kami lakukan setidaknya dua atau tiga bulan sekali. Selain bersama-sama mendis-kusikan topik yang akan dibahas, ajang tersebut juga sangat berharga sebagai forum silaturahmi.
(AZ)

 


KEMBALI    l    KE ATAS

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2006