| |
HP
Luncurkan Bladsystem C-Class
Setelah
melakukan pengembangan dan riset mendalam selama tiga tahun, kini
HP meluncurkan HP BladeSystem C-Class yang merupakan terobosan
terbaru arsitektur blade dengan inovasi virtualisasi, tenaga,
dan pendingi-nan serta kemampuan pengelolaan sistem yang dapat
mengurangi biaya operasional dan penggunaan modal kerja hingga
46 persen untuk implementasi pusat data tertentu sehingga dapat
membantu pengunanya menghe-mat hingga jutaan dollar saat mereka
mengembangkan pusat datanya.
Berdasarkan pada tiga sektor industri yang
pertama mengaplikasikannya, HP BladeSystem tersebut memungkinkan
pengguna untuk menghubungkan sekaligus resources-nya dan mengubahnya
pada saat proses berjalan, serta mampu menyesuaikan tenaga secara
dinamis dan memiliki kemampunan pendinginan yang bisa mengurangi
konsumsi energi, dan meningkatkan produktivitas administratif
hingga sepuluh kali lipat. “HP BladSystem membuat data environment
menjadi lebih simpel dan mudah. Dengan dukungan cooling system
dan power system yang sangat besar, merupakan keunggulan dari
produk ini,” ujar Elisa Lumbatoruan, presiden direktur HP
Indonesia.
Sementara itu, untuk mendukung inisiatif Adaptive Infrastructure
dari HP tersebut, Intel memper-sembahkan prosesor Intel Xeon inti
ganda seri 5100 untuk segmen pasar server bervolume tinggi, workstation,
komunikasi, penyimpanan, dan segmen embedded. “Dibuat berdasarkan
kemampuan manufaktur kelas dunia dan proses manufaktur 65 nanometer
Intel yang semakin memperkecil transistor dan konsumsi daya serta
meningkatkan kecepatan, seri 5100 memiliki teknologi-teknologi
server terbaru termasuk teknologi memori yang lebih cepat dan
lebih handal,” jelas Budi Wahyu Jati, country manager, Intel
Indonesia Corporation.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Astraworld Implementasikan mySAP CRM
Pada
18 Juli 2006, Hendry Yoga, CEO Astraworld meng-umumkan keberhasilan
perusahaan yang dipimpinnya dalam mengimplementasikan mySAP Customer
Relation-ship Management (CRM), sebuah solusi dari SAP yang membangun
standar baru cara perusahaan berhubungan dengan para customer
dan menciptakan customercentric di seluruh operasional perusahaan.
Diakui oleh Hendry, dengan mySAP CRM, Astraworld telah menciptakan
dife-rensiasi kuat dengan para pesaing, menyederhanakan proses
bisnis dan tugastugas administrasi, serta menye-diakan customer
intelligent di seluruh organisasi peru-sahaan guna membuat keputusan
dengan lebih cepat dan akurat.
Bersanding
dengan Vijay Motwani, consulting director SAP Indonesia, Krish
Datta, managing director SAP, dan Ganda Kusuma, CIO Astraworld,
Hendry menyatakan, Astraworld berencana memperluas implementasi
mySAP CRM. Sebagai unit operasional dari Astra Internasional,
salah-satu distributor otomotif terbesar di Indonesia, Astraworld
mengklaim diri telah sukses melakukan implementasi mySAP CRM dan
mendapat banyak manfaat dari solusi tersebut.
“Kami berencana menambah lebih banyak fungsionalitas SAP,
karena kami telah merasakan manfaat dari solusinya, dan telah
merasakan juga peningkatkan bisnis melalui pengembangan tingkat
layanan kami kepada customer,” ujar Hendry yang optimistis
SAP dapat membantu menyediakan efisiensi layanan customer di seluruh
Astra.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Peluncuran
Empat Model Server Terbaru dari NEC
Di
sela-sela penyelenggaraan Journey to The NEC Enter-prise World
2006 yang berlangsung pertengahan Juli lalu di Hotel Mulya Senayan,
Jakarta, NEC memperkenalkan empat model NEC Express5800/ft series
fault tolerant server yang diklaim memiliki dukungan chipset ter-mutakhir
yang didesain untuk pengontrolan modul hard-ware redundan. Keempat
keluarga terbaru dari NEC Express5800/ft server itu adalah dua
model midrange, 320Fa-M dan 320-Fa-MR, dan dua model entry-level
320Fa-L dan 320Fa-LR, yang setiap modelnya tersedia dalam model
tower dan rack.
Dengan komponen utama yang tereplikasi untuk tingkat availibilitas
yang tinggi untuk memperlancar sistem operasi bisnis dan kompatibel
dengan Microsoft Server 2003, produk keluaran pabrikan Jepang
tersebut juga didukung oleh Intel Xeon Processor untuk performa
terbaik. Kemudian, dengan adanya teknologi Expresscope pada bagian
depan server yang menggunakan indikator LED akan mempermudah user
dalam mengidentifikasi kesalahan atau kerusakan pada server. Untuk
performa yang senyap, produk tersebut juga memiliki teknologi
water-cooling yang berfungsi sebagai peredam suara.
Menurut Hiroshi Sato, president director PT NEC Indonesia, sebagai
salah-satu pemimpin teknologi media penyimpanan, NEC secara berkala
melakukan inovasi dan mengadaptasi dari jajaran server fault-tolerant.
“Kami yakin produk ini akan disambut dengan baik, karena
komunitas bisnis di Indonesia membutuhkan media penyimpanan informasi
yang reliable untuk pertukaran informasi,” ujarnya optimistis.
(Chandra
Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
APC
Gelar “Asean Data Center Road Tour”
Sebagai
penyedia solusi infrastruktur terkemuka, Ame-rican Power Conversion
(APC) menggelar ASEAN Data Center Road Tour di salah-satu hotel
berbintang di Jakarta pertengahan Juli lalu dengan menggulirkan
tema “Data Center Infrastructure : Where is It Heading?
A look at Data Center Trends in ASEAN”.
“Kami ingin memperkenalkan
tren data center di Indonesia untuk 5 tahun ke depan,” ujar
Nico Sutiknom, marcom specialist APC Indonesia Representative
Office ketika ditanya tujuan acara yang akan digelar di beberapa
negara ASEAN tersebut.
Menggandeng Frost & Sullivan, salah satu lembaga riset dan
analisa pertumbuhan perusahaan guna mendukung pengembangan strategi
pertumbuhan yang inovatif, pada acara tersebut disimpulkan bahwa
tren data center pada ke depannya adalah perlunya skalabilitas
yang tinggi dan dibuat berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Seminggu setelah digelarnya acara tersebut, APC kembali meng-update
produknya dengan mem-perkenalkan model terbaru solusi Uninterruptible
Power Supply (UPS) desktop yang diklaim paling populer di seluruh
dunia. Produk yang dimaksud adalah APC Back-UPS ES yang ditujukan
bagi perlindungan perangkat jaringan PC rumah dan APC Smart-UPS
RT untuk perlindungan jaringan suara dan data.
Selain itu, diperkenalkan pula solusi
APC Surge Protector dan APC InfraStruXure Data Center untuk kebutuhan
Wiring Closet atau proteksi untuk ruangan server atau small data
center. “APC akan terus berusaha mengembangkan solusi-solusi
yang inovatif yang tentunya sesuai dengan kebutuhan. Ini merupakan
tantangan kami sebagai penyedia solusi infrastruktur terkemuka,”
ujar Niko. (Chandra
Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telkom Kalahkan Google
PT
Telkom Tbk. jadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk
kualifikasi 100 perusahaan teknologi infor-masi terbaik versi
Business Week global. Telkom terpilih menduduki peringkat ke-12
dalam Infotech 100 kali ini.
Penghargaan diserahkan oleh President Director Busi-ness Week
Indonesia, Robert Eskappa, kepada Direktur Utama PT Telkom, Arwin
Rasyid, akhir Juli lalu di Ball-room Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
“Setahun lalu, Telkom ada di posisi 20. Tapi tahun ini berhasil
mengungguli perusahaan ternama seperti Google, Accenture, dan
Dell,” ujar Robert. Untuk diketahui Google, Accenture, dan
Dell kini berturutturut ada di posisi 13, 14, dan 15.
Business Week menilai Telkom memiliki kinerja perusahaan yang
baik. Laba Telkom mencapai US$ 863,8 juta untuk tahun fiskal 2005,
dengan lonjakan laba bersih sebesar 21% dibanding tahun fiskal
sebelumnya. Selain itu, kinerjanya juga ditunjang unit nirkabelnya
yang meraup pelanggan dan laba besar. Telkom pada 2005 mencatat
kenaikan pendapatan 23%. Infotech 100 merupakan ajang pemeringkatan
tahunan terhadap kinerja perusahaan-perusahaan TI di dunia. Penilaian
ditinjau dari berbagai aspek, yaitu pendapatan, pertumbuhan pendapatan,
imbal hasil atas ekuitas imbal hasil total, serta laba. Untuk
dapat masuk dalam kualifikasi ini, perusahaan harus memiliki pendapatan
setidaknya US$500 juta per tahun.
(Ari)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Layanan
3G dari Telkomsel Genie
Di tengah semakin semaraknya penggunaan
3G, Tel-komsel meluncurkan layanan 3G bernama Telkomsel Genie.
Telkomsel Genie merupakan media interaktif canggih dengan sistem
touch screen. Layanan yang di-launching di Planet Hollywood, 10
Agustus 2006 itu di-lengkapi dengan berbagai informasi yang dibutuhkan
pelanggan terkait dengan 3G seperti ponsel-ponsel 3G, cara setting,
serta ragam layanan 3G Telkomsel.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan
Telkomsel, Bambang Riadhy Oemar dalam sambutannya menga-takan,
Telkomsel Genie merupakan bagian dari komit-men Telkomsel dalam
rangka menghadirkan layanan 3G di Indonesia secara komprehensif
sehingga kehadiran layanan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,
lingkungan bisnis, dan negara.
Setelah sukses mempelopori uji coba 3G pada Mei 2005 lalu dan
menjadi operator selular paling siap dari segi infrastruktur dan
layanan, kali ini Telkomsel melengkapi dengan meluncurkan Telkomsel
Genie sebagai media interaktif untuk edukasi pelanggan dan masyarakat
luas, sekaligus bukti kesungguhan Telkomsel dalam menghadirkan
layanan 3G.
(Ardi Winangun)
|
|