Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

EVENT NASIONAL


Cikal-bakal Centre of Excellent Indonesia

Tak lama lagi kita akan memiliki pusat pelatihan TIK atau ICT Training Center yang setiap tahunnya dapat menampung 5.000 orang. Adapun yang akan diberikan dalam pelatihan tersebut adalah lima pokok keilmuan dengan konsentrasi di bidang ICT network, multi-media, database, computer programming, dan desain.

Pembangunan ICT Training Center tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini Badan Litbang SDM Depkominfo, dengan pemerintah Korea Selatan lewat Korea International Cooperation Agency (KOICA) yang memberikan hibah atau grant sebesar US$ 8,9 juta (sekitar Rp 90 miliar). Tahap awal pembangunannya diwujudkan dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung 7 Mei lalu di kawasan industri Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo Aizirman Djusan, mengatakan, dana hibah itu dimanfaatkan seluruhnya untuk pembangunan ICT Training Center, sementara pemerintah Indonesia mengucurkan Rp 10 miliar sebagai dana pedamping. “Training Center ini dibangun sebagai pusat pelatihan TIK bertaraf internasional yang ditujukan bagi pekerja dan calon pekerja terampil di bidang TIK dalam upaya meningkatkan kualitas, profesionalisme SDM Indonesia. Kehadirannya diharapkan tidak saja untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga pasar global,” ujarnya sambil berharap pusat pelatihan ini dapat menjadi centre of excellent dan model percontohan bagi pusat-pusat pelatihan TIK di Indonesia.

Optimum Values
Untuk lokasi pendiriannya, pemerintah memilih kawasan industri Jababeka yang lokasinya menyangga dengan ibukota. Diren-canakan, ICT Training Center terdiri dari sejumlah gedung dengan luas keseluruhan mencapai satu hektar dan dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektar. Selain gedung asrama bagi peserta, pusat pelatihan ini juga memiliki ruang kelas, laboratorium, fasilitas olahraga, dan fasilitas penunjang lainnya. Dipilihnya Jababeka sebagai lokasi ICT Training Center tentu bukan tanpa alasan. Menurut Menkominfo Mohammad Nuh, Jababeka dinilai sebagai kawasan yang siap dari sisi infrastruktur. Belum lagi, kawasan Jababeka juga mempunyai 1.350 perusahaan dari 27 negara. Nantinya, para peserta yang lulus dari program pelatihan akan diarahkan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

“Bisa kita bayangkan, perusahaan yang ada disini (Jababeka-Red) pasti membutuhkan banyak tenaga TI. Untuk itu, ketrampilan apa yang dibutuhkan mereka akan kita petakan menjadi bagian kurikulum dan disusun sesuai dengan riil yang ada di sini. Dengan begitu, ICT Training Center dapat memberikan optimum values tersendiri sehingga begitu peserta lulus tidak perlu berlama-lama mendapatkan pekerjaan,” ujar Mohammad Nuh.
Senada apa yang diungkapkan Menkominfo, S.D Darmono, presiden direktur PT Jababeka Tbk, mengatakan, untuk membangun ICT Training Center dibutuhkan suatu infrastruktur yang handal dari semua sisi. Sejauh ini, menurutnya, Jababeka sudah memiliki jaringan fiber optic, sumber daya air yang bagus, SDM, dan yang terpenting adalah pasar yang akan menjaring lulusan. “Dengan tujuh kawasan industri—belum termasuk Karawang—yang ada di Jababeka tentunya peluang bekerja di lokasi ini sangat besar. Apalagi 70% manufaktur di Indonesia ada di sini.”

Darmono menambahkan, rekomendasi pemerintah Korea, merupakan salah-satu poin penentu dipilihnya Jababeka sebagai lokasi ICT Training Center. “Bagi Korea, kawasan ini dianggap tepat dan menarik untuk dijadikan lokasi pusat pelatihan. Mereka menghimbau pemerintah agar ICT Center dibangun di Jababeka, karena di sini terdapat perusahaan Korea paling banyak di Indonesia, yakni hampir 200 perusahaan,” ungkap pria kelahiran Magelang ini.
(Chandra Wirawan)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UI Gelar Seminar Internasional APRU CIO CONFERENCE 2008

Association of Pasific Rim Universities (APRU) yang didirikan 1997 dengan beranggotakan 37 perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah Pasifik, mengadakan konferensi kedua di Hotel Four Seasons Jakarta beberapa waktu lalu. Dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh serta dihadiri oleh Rektor UI Gumilar R. Somantri serta Sekjen APRU Ken MCGillivray, konferensi membahas kerja sama dalam menghadapi tantangan perguruan tinggi, kerja sama IT (information technology) dan kerja sama di bidang inovasi, sehingga diharapkan dapat membangun kerja sama akademik antar anggota APRU.

Mengingat organisasi APRU berdedikasi untuk memajukan pen-didikan, penelitian dan ventura sehingga dapat berkontribusi pada perkembangan di bidang ekonomi, sains dan sosial budaya di wilayah pasifik, tidak mengherankan jika banyak topik yang diangkat selama konferensi tersebut, antara lain, “IT Resources and Partnership Interests of Far Eastern National University”, “The Network Startup Resource Center”, dan “e-learning deployment at Osaka University”. (Ari)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

IndosatM2 Resmikan Gerai “IM2 Broadband Center”

Pusat layanan jasa internet dan multimedia pertama dari IM2 resmi dibuka di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan akhir April lalu, menyusul akan dibukanya gerai-gerai berikutnya di 22 kota besar di Indonesia. Indar Atmanto selaku president director Indosat IM2 dalam sambutannya usai meresmikan gerai tersebut mengatakan, “IM2 Broadband Center ini akan berfungsi sebagai one stop solution center yang memberikan pelayanan menyeluruh, lebih terjamin, dan cepat. Dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep ‘Broadband Anywhere’.”

IM2 Broadband Center nantinya akan menjadi pusat layanan bagi pelanggan yang didirikan dan dikelola secara langsung oleh IndosatM2 yang beroperasi selama 7 hari dalam seminggu, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Kehadiran IM2 Broadband Center ini akan memperkuat jaringan pusat layanan pelanggan IndosatM2 yang sebelumnya telah hadir bersama-sama dengan pusat layanan pelanggan PT Indosat Tbk. Adapun jenis layanan yang diberikan oleh IM2 Broadband Center ini adalah informasi pelanggan, pelayanan pengaduan, bantuan konsumen sampai penjualan produk-produk IndosatM2, termasuk Kartu Perdana dan Voucher Broadband Prabayar.

Herry Swandito, direktur Pemasaran IM2 mengatakan, pihaknya optimistis dengan semakin menurunnya biaya per unit maka harga internet semakin bisa ditekan. “Kami akan menerapkan diferensiasi produk melalui produk hybrid yang dapat mengalihkan layanan pascabayar dengan prabayar serta internet aman yang bebas konten.” (Ari)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mobile-8 Luncurkan Layanan Mobilitas Terbatas

Layanan baru ini akan menjadi alternatif sarana telekomunikasi terjangkau terutama bagi mereka yang mobilitasnya terbatas di dalam kota,” ujar Merza Fachys selaku director & chief Corporate Affair PT Mobile 8 Telecom Tbk dalam sambutannya pada peluncuran layanan baru yang dikemas dengan merk “Hepi”.

Sementara Menkominfo Mohammad Nuh yang meresmikan pelun-curan Hepi sekaligus melakukan panggilan perdana mengatakan, “Diharapkan layanan telekomunikasi bisa membantu masyarakat mendapatkan manfaat mulai dari konektivitas, transaksi, kolaborasi, dan transformasi sosial.” Acara peresmian peluncuran Hepi dari operator Mobile 8 Telecom Tbk selaku operator seluler pertama berbasis CDMA dengan layanan mobilitas penuh dan terkenal dengan produk merek Fren, ini berlangsung di Hotel Sheraton Media Bandung pada 3 Mei 2008 lalu. Saat ini Hepi baru diluncurkan di enam kota yakni di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, serta Banjarmasin. Ke depan akan dikembangkan ke kota lainnya hingga menjadi 20 kota pada tahun ini secara bertahap.

Untuk langkah awal, produk Hepi dijual lewat paket dengan kartu perdana seharga Rp168.000 dan tarif promosi Rp1.000 per hari untuk panggilan antar sesama Hepi melalui registrasi ke 2772 dan Rp10 per SMS. Sedangkan untuk ponselnya, Mobile-8 bekerja sama dengan vendor ponsel Haier dan ZTE. Dengan nilai investasi US$ 140 juta-US$170 juta, ditargetkan dalam kurun waktu tujuh bulan Hepi dapat menjaring sebanyak 600.000 pelanggan. Kehadiran Hepi pada akhirnya ikut meramaikan pasar layanan telepon tetap nirkabel (FWA; fixed wireless access) di samping layanan Flexi (Telkom), Esia (Bakrie), dan StarOne (Indosat) yang telah hadir terlebih dahulu. Diharapkan Hepi menjadi produk kompetitif yang nantinya akan dikembangkan untuk data cepat (broadband). (Ari)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seminar Best Practices e-Government di Indonesia

Memperhatikan pemanfaatan TIK oleh pemerintah daerah selama ini masih banyak mengalami berbagai hambatan dan kendala serta masih dipandangnya TIK sebagai cost center, maka Magister Teknologi Infomasi Universitas Gadjah Mada beberapa waktu yang lalu mengadakan Seminar Nasional dengan topik “Best Practices untuk Keberhasilan Implementasi e-Government di Indonesia: Mencari solusi bagi berbagai permasalahan implementasi e-govern-ment di Indonesia”.

Seminar dibuka oleh Menkominfo Mohammad Nuh dan menampilkan pembicara seperti Made Suwandi, direktur Urusan Pemerintahan Daerah, Ditjen Otda Depdagri; Achmad Djunaedi, kepala Badan Informasi Daerah Provinsi DIY; Lukito Edi Nugroho, dosen Magister TI UGM; Didi Achjari, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM; serta Wing Wahyu Winarno, dosen MTI UGM. Untuk mendapatkan gambaran tentang pengalaman penerapan e-government di suatu daerah, hadir juga Rusthamrin H. Akuba, kepala Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi Provinsi Gorontalo dan M. Isnadi dari Pelayanan Publik Sragen yang membawa makalah “Isu, Peluang, dan Strategi pemanfaatan TIK untuk Peningkatan PAD”. Seminar yang merupakan inisiatif siswa S2 CIO MTI UGM ini berlangsung di Audhitorium MM UGM dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan pemerhati dan praktisi TIK. (Tommy)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



EDISI 25    l    EVENT NASIONAL   l   EVENT DAERAH     l    EVENT SUMATERA   l   KE ATAS