Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

EVENT ICT


Transfer Instan Bagi TKI

Hidup kini semakin mudah bagi TKI kita yang berlanggan nomor selular XL. Mereka sekarang dapat dengan mudah mengirim uang buat keluarganya di tanah air. Baik pengirim maupun penerima tidak harus memiliki akun di bank. Yang penting, penerima yang dituju berlangganan XL, baik prabayar maupun pascabayar. Nah, pada saat pengiriman uang, pengirim cukup memberikan data diri serta nomor selular penerima kiriman.

Kemudian petugas bank BNI (XL bekerja sama dengan bank pemerintah ini) akan memasukkan data tersebut ke dalam sistem dan melakukan pengiriman. Setelah proses ini selesai, sistem secara realtime akan mengirim SMS notifikasi ke penerima yang berisikan pemberitahuan bahwa pelanggan XL tersebut telah mendapatkan pengiriman uang beserta kode khusus untuk pengambilan uang. Mudah sekali.

Hanya saja belum semua negara dapat menerapkan sistem layanan tersebut. Peluncuran layanan yang dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan para pekerja di Indonesia di luar negeri untuk mengirimkan uang kepada keluarga atau kerabat di tanah air secara cepat dan mudah ini baru dapat dinikmati di Hongkong saja. “Kerja sama ini merupakan wujud apresiasi kami terhadap para pahlawan devisa. Hal positif dari kerja sama ini adalah XL dapat mengembangkan layanan baru bagi pengembangan bisnis serta menghadirkan beragam layanan yang bermanfaat berbasis konvergensi teknologi telekomunikasi dan keuangan bagi masyarakat,” ujar Hasnul Suhaimi, presiden direktur XL.

Sementara itu menurut Gatot M. Suwondo, direktur utama BNI, layanan ini akan melengkapi layanan pengiriman uang yang sudah ada di BNI, yaitu pengiriman uang melalui outlet BNI di dalam dan luar negeri melalui jaringan koresponden BNI di seluruh dunia dengan layanan electronic banking (BNI ATM, BNI Phonebanking, BNI Mobile Banking, BNI SMS Banking, dan BNI Internet Banking). “Sebagai bank custodian dan bank settlement dalam layanan Tranfer Instant, BNI akan menyediakan layanan cash management bagi XL yang merupakan komitmen BNI kepada nasabah institusi/korporat untuk membantu pengelolaan keuangan nasabah secara customize sesuai dengan kebutuhan bisnisnya,” jelasnya. (Chandra Wirawan)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

e-Logistic dari Telkom

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik secara end-to-end bagi pelaku bisnis logistik, Telkom baru-baru ini mengumumkan pengem-bangan e-Logistic sebagai solusi terintegrasi dalam pengelolaan layanan yang mencangkup jalur pengiriman (track & trace shipments), penerimaan pemesanan (place & accepts order file), hingga tujuan pengiriman barang (destination). Uniknya, solusi lengkap yang ditawarkan Telkom ini bersifat sharing infrastructure, jadi dengan cara ini pelaku bisnis logistik tidak perlu lagi berinvestasi khusus untuk aplikasi, hardware, maupun tenaga TI, sehingga mereka dapat fokus kepada layanan pelanggan.

Indra Utoyo, CIO Telkom mengatakan, lewat e-Logistic, Telkom ingin berkontribusi menumbuhkan industri logistik di Indonesia. Menurutnya, industri ini merupakan elemen penting dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga daya saingnya perlu ditingkatkan lewat pemanfaatan TI. “Infrastruktur penting dari kegiatan ekonomi adalah bagaimana pemanfaatan TI lewat jaringan e-Logistic bisa diadopsi pelaku bisnis logistik agar mereka secara efisien dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan,” jelas Indra kepada e-Indonesia. (Chandra Wirawan)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Segera Hadir Indonesia Movieland

Tak lama lagi, Indonesia akan memiliki sebuah themepark perfilman seperti Universal Studio di Hollywood, AS. Adalah PT Jababeka yang berinisiatif membangun pusat industri kreatif film dan TV terintegrasi pertama di Indonesia itu. Dengan pengembangan wilayah seluas 36 hektar Jababeka segera akan membangun studio facilities, cultural & convention center, film academy, dan TV station & broadcast.

Tak heran jika perusahaan yang dikomandani S.D Darmono ini melakukan semua itu. Kota Jababeka sendiri saat ini sudah memiliki berbagai sumber daya yang dapat mendukung hadirnya Indonesia Movieland. Misalnya, Education Park sebagai lokasi kampus President University akan membuka jurusan Komunikasi Visual dan Film untuk mendukung ketersediaan tenaga kerja berkualitas yang dibutuhkan industri kreatif. Ada juga Research Center yang bertumpu pada tiga aspek yaitu, ICT-Cyber City, Bioderversity-Medical City, Product Design (Art). ICT Training Center yang hadir belakngan diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.000 insan perfilman nasional per tahun dalam bidang ICT network, multimedia, dan animasi. “Kehadiran Indonesia Movieland menjadi suatu kontribusi yang signifikan bagi terobosan terbaru industri perfilman nasional dalam menghadapi era globalisasi yang sangat kompetitif, sehingga keberadaannya dapat memberi sumbangsih nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia,” ujar Darmono.

Darmono boleh berbangga hati. Kehadiran Indonesia Movieland, sebagai pelopor pusat industri kreatif bidang perfilman dan TV di Indonesia ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Microsoft Indonesia, Group Parkit Films dan MVP Pictures yang dipimpin Raam Punjabi. Dukungan Microsoft berupa pemberian “new graphics software” secara cuma-cuma kepada seluruh mahasiswa Komunikasi Visual dan Film di President University dan semua perusahaan pemula di bidang desain grafis dan desain web yang berlokasi di Indonesia, di samping diskon besar untuk software “high performance computing” yang dibutuhkan dalam rendering grafis bagi industri film dan animasi. Bersamaan dengan itu, Raam Punjabi berjanji akan memindahkan semua kegiatan shooting beserta perlengkapannya ke lokasi ini dalam waktu dekat. (Chandra Wirawan)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Microsoft Galakkan Sertifikat HAKI

Banyak jalan menuju ke Roma. Itulah yang tampaknya terus diupayakan Microsoft untuk melindungi produknya. Sebagai salah-satu anggota BSA (Business Software Alliance), Microsoft berupaya agar pelanggannya menghargai dan menghormati hak cipta produk. Langkah proaktif yang digelar vendor ini adalah dengan meng-undang para pelanggannya yang beroperasi di wilayah Jabodebatek untuk turut serta mendukung program Piagam HKI (Hak Kekayaan Intelektual) yang diluncurkan BSA.

Untuk memuluskan pelanggannya dalam memperoleh piagam tersebut, Microsoft memberikan dukungan berupa subsidi dengan memberikan secara gratis tool yang disebut Software Asset Management (SAM). Dengan tool tersebut, Dengan menggunakan SAM, perusahaan dapat mempermudah proses identifikasi, menekan biaya, dan meningkatkan kemampuan serta keamanan sistem. Selain itu, SAM juga dapat mengklasifikasi piranti lunak mana yang lebih dibutuhkan pelanggan. Ditargetkan, pada 30 September 2008, seluruh pelanggan sudah menerapkan SAM di perusahaannya masing-masing. Saat ini beberapa perusahaan yang telah mendapatkan manfaat dari penggunaan SAM untuk proses identifikasi adalah PT YKK Indonesia dan PT Sika Indonesia.

“Sebagai pemilik hak cipta, Microsoft selayaknya mendukung program pemerintah dan BSA untuk mengedukasi publik dalam penggunaan lisensi yang benar dan bagaimana melindunginya melalui berbagai edukasi. Untuk itu, kami mendorong pelanggan kami agar turut mensukseskan program ini karena berarti pelanggan akan turut memberikan kontribusi terhadap terciptanya industri TIK yang sehat dan penghargaan hak intelektual dari suatu karya,” jelas Tony Chen, presiden direktur PT Microsoft Indonesia. Harapan Tony lainnya tentu saja pembajakan software Microsoft dapat berkurang. (Chandra Wirawan)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hardware Produk Oracle

JOracle kini mencoba peruntungan baru. Setelah sekian lama berkutat sebagai penyedia aplikasi berkelas enterprise, Oracle untuk pertama kalinya memulai bisnis hardware. Ekspansi bisnis yang diumumkan CEO Oracle, Larry Elisson, di San Fransisco itu, menurut rencana akan menjual dua jenis hardware masing-masing mesin database dan media penyimpan. Keduanya didesain untuk membantu perusahaan mendapatkan akses informasi lebih cepat dalam database Oracle dan hemat ruang di data center. Kedua produk tersebut dikembangkan Oracle bersama Hewlett Packard.
Mesin database dijual seharga US$ 650.000 dan dapat menyimpan data hingga 168 terabyte. “Seribu empat ratus kali lebih besar daripada iPod Apple paling besar,” ujar Ellison membandingkan dengan iPod 120 GB-nya Steve Jobs. Kemitraan Oracle-HP dalam bisnis hardware yang mendukung aplikasinya diperkirakan akan mengubah peta persaingan bisnis hardware dan menggerus pasar penyedia hardware kelas enterprises seperti EMC dan IBM. (Tommy)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


BRTI Tegur Semua Operator

BRTI akhirnya menegur para operator selular sehubungan dengan iklan mereka yang dinilai masyakat banyak yang tak sesuai dengan kenyataan. Keluhan datang juga dari para anggota DPR yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat DPR dengan Menteri Komunikasi dan Informatika pada 15 September 2008. Melalui surat No. 208/BRTI/IX/2008 tanggal 18 September 2008 yang ditanda-tangani Ketua BRTI Basuki Yusuf Iskandar, BRTI memberikan peringatan kepada para operator telekomunikasi.

Peringatan tersebut meminta agar operator telekomunikasi memenuhi ketentuan Undang-Undang Telekomunikasi, serta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan lain yang terkait. Dalam hal beriklan para operator hendaknya memperhatikan aturan dan ketentuan berlaku mengenai kewajiban untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai harga atau tarif, syarat dan ketentuan yang ada terkait dengan penawaran potongan harga layanan telekomunikasi yang ditawarkan, serta tidak memuat memuat informasi yang keliru, salah atau tidak tepat mengenai layanan telekomunikasi yang ditawarkan sehingga terjadi misinterpretasi dan menyesatkan konsumen

Para operator juga dalam beriklan wajib memperhatikan asas manfaat bahwa pembangunan telekomunikasi harus berdaya guna dan berhasil guna sebagai komoditas ekonomi yang dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir batin, sebagai sarana pendidikan terutama dalam mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan telekomunikasi serta ikut serta dalam proses membangun karakter bangsa.

Langkah yang dilakukan BRTI adalah dalam rangka menjalankan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi yang diselenggarakan berdasar asas manfaat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta guna membangun industri telekomunikasi yang sehat dan berkesinambungan.

Selain itu, menunjuk Pasal 10 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di mana pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan tidak benar atau menyesatkan mengenai harga atau tarif, tawaran potongan harga, dan Pasal 17 dimana pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, harga barang dan/atau tarif, memuat informasi yang keliru, salah atau tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa;
Sesuai dengan kesepakatan BRTI dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), terkait dengan iklan-iklan di televisi yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Telekomunikasi dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait, BRTI akan berkoordinasi dengan KPI untuk mencabut iklan-iklan yang dimaksud. (Tommy)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



EDISI 27    l   DETIKNAS  l   SUMATERA DIGITAL   l   KAB. SERAGEN   l   KE ATAS