Lintasarta
Bantu TIK Sekolah Menengah
 Sekalipun
dunia gempur dengan krisis moneter, bukan berarti program
tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR)
menjadi terganggu penggalangannya. Hal ini ditunjukkan PT
Aplikasinusa Lintasarta (Lintasarta) ketika terus menggenjot
program CSR-nya di beberapa sektor, khususnya pendidikan.
Menurut IGK Sutartja, direktur Administasi Lintasarta, krisis
global tak pengaruhi pihaknya dalam mendukung pengem-bangan
kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan di bidang
pendidikan.
“Meskipun begitu, kebutuhan dana CSR yang kami lakukan
tetap bergantung dari revenue yang didapatkan,” ujarnya
di sela-sela pencanangan beberapa program bantuan seperti
bantuan perlengkapan sekolah kepada 1.000 anak jalanan dan
dhuafa di bawah naungan Forum Komunikasi Pengelola Rumah
Singgah DKI Jakarta, yang secara simbolis dilakukan di Aula
Kantor Departemen Sosial, pertengahan Januari lalu.
Selain memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada
anak jalanan dan dhuafa di Jakarta, menurut Tartja, begitu
dia biasa disapa, Lintasarta sejak Desember 2008 juga telah
memberikan fasilitas laboratorium berbasis TIK (teknologi
informasi dan komunikasi) kepada SMA Negeri 9 Semarang dan
SMA Negeri 17 Surabaya lewat program CSR yang bertema ‘Generasi
Muda Berbasis Teknologi Informasi’.”Kami tidak
hanya memfasilitasi mereka dengan software aplikasi, koneksi
internet, PC server, LCD, dan laptop tools monitoring saja,
tetapi juga pelatihan dan bagaimana memanfaatkan fasilitas
tersebut.”
Sejauh ini, sekolah yang menjadi target CSR, dilakoninya
tanpa pilih bulu. Adapun kandidat sekolah yang mendapatkan
bantuan diputuskan lewat kuesioner yang disebar ke sekolah
yang ada di daerah tertentu. “Lewat kuesioner itu,
kami ingin mengetahui apa saja kebutuhan mereka akan TI,
serta visi dan misi pendidikannya,” sambung Lisa Adriana
W, manager Corporate Secretary Lintasarta, kepada e-Indonesia.
Dia menambahkan, pihaknya siap bekerja sama dengan sekolah
manapun sejauh berada di wilayah operasional Lintasarta
di 72 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah ini
diambil agar memudahkan dalam memberikan fasilitas jaringan
infrastruktur Lintasarta bagi pihak sekolah secara gratis
selama tiga tahun. “Sete lah itu, kami akan melakukan
evaluasi sejauh mana fasilitas itu berguna. Jika dinilai
pihak sekolah masih membutuhkan bantuan, maka gratisifikasi
akan dilanjutkan hingga mereka mandiri,” ungkap Lisa.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
Microsoft Gandeng Multiplus Garap MELC
 Bagi
yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti program
kursus komputer, tidak perlu khawatir. Baru-baru ini, Microsoft
meluncurkan modul belajar online yang memungkinkan siapa
saja dapat mengikuti pelatihan stardar baku internasional
untuk mempelajari pengetahuan dasar komputer dan aplikasi
Microsoft Office 2007. Untuk mengikuti program yang bernama
Microsoft E-Learning Courses (MELC) ini, peserta tidak perlu
datang ke kelas, seperti halnya kursus konvensional. Mereka
cukup mendatangi jaringan warnet Multiplus dan Wizgame (sister
company Multiplus) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Setiap peserta dapat mengikuti semua modul online
yang sangat menarik secara interaktif dan user-friendly
tanpa terikat jadwal belajar yang tetap. Setiap modul yang
ada dapat diulang atau dilompati sehingga pembelajaran lebih
efektif,” ujar Tony Chen, presiden direktur Microsoft
Indonesia, di sela-sela peluncuran program tersebut, pertengahan
Desember lalu, di Jakarta.
Menurutnya, pilot Project yang digagas oleh Microsoft Unlimited
Potential Group (UPG) ini bertujuan melakukan transformasi
pendidikan, mendorong pengembangan inovasi lokal, dan menciptakan
lapangan kerja dan kesempatan baru yang tidak terbatas bagi
lebih banyak masyarakat Indonesia. “Mereka yang menyelesaikan
keseluruhan model dapat mengikuti test online dan tes praktek
yang digelar di gerai-gerai Multiplus dan Wiz Game. Bagi
yang lulus akan memperoleh sertifikat komputer yang ditandatangani
langsung oleh petinggi Microsoft Asia-Pasific. Sertifikat
International ini diharapkan dapat memberikan kesempatan
yang lebih luas bagi setiap peserta MELC untuk dapat memperoleh
pekerjaan dan karir yang lebih baik.”
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
Roadshow
GloCALL 2008
Setelah konferensi perdananya sukses di Vietnam pada tahun
2007, GLoCALL (Globalization and Localization in CALL) 2008
berhasil diselenggarakan Jakarta dan Yogyakarta, beberapa
waktu lalu dalam bentuk roadshow. GLoCALL adalah sebuah
konferensi internasional yang merupakan konferensi gabungan
dari dua asiosiasi profesional tingkat dunia, yaitu APACALL
(Asia-Pasific Association for Computer-Assisted Language
Learning) dan PacCALL (Pasific Association for Computer-Assisted
Language Learning).
Acara akbar ini bertujuan untuk mempromosikan penelitian,
inovasi, praktek dan pengembangan dalam CALL (Computer-Assisted
Language Learning), pembelajaran bahasa berbasis teknologi
informasi dan komunikasi (TIK). CALL telah menjadi standar
pembelajaran bahasa di berbagai negara termasuk negara-negara
anggota ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina,
dan Vietnam.
Konferensi yang diresmikan oleh H. Margani Mustar, kepala
Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta dan Prof.
Suwarsih Madya, kepala Dinas Pendidikan D.I. Yogyakarta
untuk Yogyakarta ini diselenggarakan dan disponsori oleh
HIGHER LEARNING, lembaga pendidikan yang pertama dan satu-satunya
di Indonesia yang mengembangkan dan memanfaatkan CALL di
dalam sistem pembelajaran. Hingga kini, HIGHER LEARNING
telah mengimplemetasikan CALL di lebih dari 600 lembaga
pendidikan dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi yang
tersebar di Indonesia.
Menurut Indra Charismiadji, pakar CALL Indonesia, roadshow
yang digelar menjadi wahana pencerahan dan peningkatan kualitas
profesionalisme para pengajar bahasa. Dia mengungkapkan,
selama ini terjadi standar ganda di dalam pengajaran bahasa
Inggris di Indonesia untuk seluruh tingkat pendidikan dimana
sejak tahun 1994, pemerintah menerapkan communicative teaching
sebagai standar pengajaran bahasa Inggris tetapi hingga
saat ini alat pendukungnya masih menggunakan laboratorium
bahasa audio konvensional yang notabene dikategorikan non-communicative
teaching atau lebih dikenal dengan Audio Lingual Method
(ALM).
“Lab bahasa audio konvensional ini di negara lain
sebenarnya telah dihentikan penggunaannya dalam proses pembelajaran
sejak tahun 80an. Ironisnya, di Indonesia sampai tahun ini
baik pemerin tah pusat maupun daerah masih menggunakan standar
lab bahasa audio dan bahkan menggunakan dana anggaran untuk
memberikan peralatan yang hampir 30 tahun ketinggalan zaman
untuk sekolah dan perguruan tinggi,” ujar Indra sembari
berharap konferensi ini dapat membuka mata berbagai pihak
untuk melakukan perubahan yang positif agar ne gara Indonesia
tidak selalu ketinggalan.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
Indra Utoyo
“Cio of The Year”
 Dalam
hajat IT Inspiration Award pertama yang diselenggarakan
oleh penyedia teknologi storage Hitachi Data Systems (HDS),
Indra Utoyo, direktur TI PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
(Telkom), dinobatkan sebagai CIO of the Year. Penobatan
ini dilakukan bertepatan dengan HDS Asia Pacific CIO Summit
yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta. Kategori ini
diberikan sebagai pengakuan terhadap visi dan terobosan
para CIO di Asia-Pasifik.
Dalam keterangan yang diperoleh e-Indonesia, sejak bergabung
di Telkom, Indra Utoyo banyak berperan memimpin tim TI dalam
sejumlah proyek impelementasi penting, seperti aplikasi
billing dan proyek SAP. Di samping itu, pria berkacamata
ini juga membantu dan mengawasi proyek-proyek IT-base seperti
kesinambungan bisnis, tiered-storage, data center, dan konsolidari
storage.
Sebagai ajang penghargaan yang berpijak pada pemanfaatan
teknologi yang mendorong bisnis, IT Inspiration Awards yang
diselenggarakan HDS ini membagi lima kategori penghargaan
yang nominatornya didapatkan dari organisasi terkemuka di
Asia-Pasifik. Penentuan pemenang didapatkan dari 3.000 hasil
suara yang diberikan kepada masyarakat umum lewat profil
nominator yang dipublikasikan secara online. Selain Indra,
dari kategori yang ada, penghargaan juga diberikan kepada
PT Indosat Tbk, untuk kategori The Most Efficient Use of
Technology melalui proyek konsolidasi storage dan pemulihan
bencana.
Mengenai kemenangan bagi vendor dan profesional dari Indonesia,
Edwin Lim, country manager HDS Indonesia, mengartikan hal
tersebut sebagai kesetaraan negeri ini dengan negara-negara
lain di Asia-Pasifik dalam pemanfaatan TI khususnya storage
sebagai pendukung bisnis. “Semua nominator yang berasal
dari Indonesia sudah mengim-plementasikan praktik terbaik
dalam mengembangkan teknologi storage dalam mendorong bisnis
mereka,” ujarnya.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
B’Tel
Mulai Ekspansi ke Sektor Properti
PT
Bakrie Telecom Tbk (B’Tel) tampaknya tak berhenti
melakukan inovasi dalam menggarap pasar. Kali ini segmen
pasar yang digarap adalah properti yang debutnya dimulai
lewat proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)
Pancoran Riverside yang dibangun pengembang PT Graha Rayhan
Tri Putra.
Di proyek pembangunan berjargon “Apartemen Untuk
Rakyat” ini, B’Tel akan mempersiapkan tidak
kurang dari 5.000 Satuan Sambungan Telepon (SST), belum
termasuk rencana pembangunan sarana telepon umum.
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understan-ding/MoU)
proyek tersebut dilakukan di lokasi pembangunan Rusunami
Pancoran Riverside oleh Rakhmat Junaidi, direktur Corporate
Services B’Tel dan Bally Saputra, direktur utama
PT Graha Rayhan Tri Putra, yang disaksikan oleh Menteri
Negara Perumahan Rakyat Mohammad Yusuf Asya’ari.
Dalam sambutannya, Rakhmat mengatakan, kerja sama tersebut
merupakan langkah baru bagi B’Tel dalam melayani
masyarakat. “Dengan masuknya B’Tel sebagai
penyedia sarana telekomunikasi di sektor properti, khususnya
Rusunami, akan membuka sarana dasar yang wajib dimiliki
di setiap Rusunami. Selain itu, kerja sama ini merupakan
batu pijakan penting bagi B’Tel dalam berkiprah
di sektor ini,” ujarnya.
Sektor properti, khususnya Rusunami, menurut Rakhmat memiliki
potensi yang cukup besar. Apalagi jika dilihat dari komitmen
pemerintah yang telah membentuk Tim Koordinasi Percepatan
Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan lewat Keppres
No. 22 Tahun 2006 yang juga mencanangkan Program Pembangunan
Rumah Susun Sederhana (Rusuna) 1.000 tower yang sebagian
besar berada di Jabodetabek. “Tentunya, ini
potensi bisnis yang cukup besar dan sangat menjanjikan
bagi B’Tel. Makanya kami akan semakin fokus menggarap
pasar ini dan secara gradual kita akan masuk ke dalam
proyek pembangunan 1.000 tower Rusuna tersebut,”
imbuhnya.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
RPX
Lengkapi Kurir dengan Digital Tracking
 Untuk
mengoptimalkan layanan kargonya yang bervisi one stop logistics,
PT Repex Whana (RPX) meluncurkan fitur yang dikhususkan
bagi para kurirnya pada pertengahan Januari lalu. Dengan
fitur yang bernama RPX Trackers ini, lewat personal digital
assistant (PDA), kurir RPX dapat melakukan scanning setiap
pergerakan barang mulai dari proses pick-up hingga delivery
dengan jaringan GPRS. Dengan begitu, pengguna jasa layanan
RPX dapat memantau (tracking) perjalanan paketnya secara
real-time.
Selain dapat melakukan scanning, RPX Trackers terhubung
dengan server RPX yang memungkinkan data dapat berpindah
secara langsung ke program Domestic Electronic Tracking
RPX (DELTA) yang dapat diakses langsung oleh pelanggan melalui
website. Dengan teknologi yang terintegrasi tersebut, kurir
dapat merekam data pengiriman, merekam foto sebagai bukti
penerimaan barang, dan meng-capture tanda tangan penerima
barang secara digital.
M. Kadrial, VP Operations and Customer Service RPX Group
mengatakan, “Demi menghadirkan kualitas pelayanan
yang semakin baik kepada para pelanggan, kami terus melakukan
inovasi yang dapat memudahkan serta menambah rasa aman dan
nyaman pelanggan terhadap paket yang dititipkan kepada kami,”
ujarnya kepada e-Indonesia. Sebelumnya, RPX juga telah meluncurkan
layanan SMS Pick Up & Tracking pada tahun lalu.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
STIMIK
Nusa Mandiri Buka Program Magister Komputer
 Dihadiri
oleh 110 peserta yang terdiri dari para dosen dari berbagai
perguruan tinggi, STIMIK Nusa Mandiri menggelar lauching
Program Magister Komputer, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Selain sebagai ajang temu para pengurus Asosiasi Perguruan
Tinggi Komputer Indonesia (Aptikom), hajat ini terselenggara
dalam bentuk seminar yang bertajuk “Mengantisipasi
Pelaksanaan UU Guru dan Dosen Terkait dengan Kesiapan Perguruan
Tinggi yang Ditunjang oleh Perkembangan TIK di Indonesia”.
Sepanjang seminar dipaparkan beberapa materi menarik mengenai
kontribusi TIK terhadap proses belajar-mengajar yang handal,
di tengah persaingan SDM yang semakin ketat dan perubahan
iklim usaha yang semakin cepat. Sebagai pemapar dalam seminar
ini hadir Richardus Eko Indrajit, ketua Aptikom yang juga
dikenal sebagai praktisi TIK; Haryoto Kusnoputranto, koordinator
Kopertis Wilayah 3 Jakarta; dan Paulina Panen, dari Dikti
Depdiknas RI.
Mochamad Wahyudi, direktur Pasca Sarjana Magister Ilmu Komputer
STIMIK Nusa Mandiri, mengatakan, acara tersebut digelar
sebagai ajang sosialisasi serta mencari ide-ide baru dalam
hal kebijakan, pemanfaatan, penggunaan TIK untuk pengembangan
secara signifikan bagi perguruan tinggi di Indonesia. “Kami
ingin membangun perspektif mengenai peran TIK di tengah
tantangan kesenjangan digital dan mencari model pengembangan
TIK yang dihubungkan secara harmonis oleh para pemangku
kepentingan dalam pengembangan perguruan tinggi di Indonesia.”
Dia menambahkan, pentingnya para dosen menanamkan soft-skill
di bidang TIK yang tidak diajarkan dalam satu mata kuliah
kepada para mahasiswa. “Meski tidak diajarkan dalam
mata kuliah tertentu, dosen bisa menyisipkan keahlian ini
di satu mata kuliah. Makanya dosen juga harus memiliki soft-skill
ini agar bisa menularkannya kepada mahasiswa,” tandasnya
kepada e-Indonesia.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
BRTI
Mengganjar B’Tel dan Indosat Best Achievement Award
 Menjelang
masa akhir jabatan anggota komite angkatan ke-2, Badan Regulasi
Teleko-munikasi Indonesia (BRTI) masih menyempatkan diri
menggelar perhelatan Malam Penghargaan Telekomunikasi 2008
beberapa waktu lalu di Hotel Borobudur, Jakarta. Adapun
acara ini digelar, menurut Heru Sutadi, salah-satu anggota
BRTI yang juga didapuk sebagai Ketua Panitia, mengatakan,
tak lain ingin mengapresiasi para operator dan pemangku
kepentingan lainnya yang dianggap mempunyai peranan dalam
perkembangan sektor telekomunikasi di Indonesia.
“Bentuk apresiasi seperti ini kami tujukan kepada
mereka yang mematuhi komitmen pembangunan yang tertuang
dalam Linsensi Modern, memberikan kualitas layanan yang
terbaik bagi konsumen, serta memasyaratkan dan memberdayakan
masyarakat akan informasi dan layanan telekomunikasi,”
ujar Heru dalam sambutannya.
Sebagai hasil akhir dari penentuan pemenang, pihak panitia
menunjuk lembaga riset Frontier untuk melakukan beberapa
metodologi. Salah-satunya, untuk kategori Best Achievement
ditilik dari dua varibel, yakni sisi konsumen dan kepopuleran
merek dengan bobot 55%. Sementara dari sisi kepatuhan terhadap
kinerja operasi dipertimbangkan dari sisi kinerja jaringan
dan area layanan dengan bobot 45%.
Dari metodologi yang digunakan, akhirnya diputuskan beberapa
pemenang Malam Penghargaan Telekomunikasi 2008 sebagai berikut:
- Best Achievement Award untuk Penyelenggara
Telepon Tetap: Bakrie Telecom, runner up: Telkom
- Best Achievement Award untuk Penyelenggara
Telepon Seluler: Indosat, runner up: XL
- Penghargaan untuk Media Cetak: Bisnis Indonesia
- Penghargaan untuk Radio & Televisi: Metro
TV
- Penghargaan untuk Media On-line: Detikcom
- Lifetime Achievement: Arnold P. Djiwatampu
- Penghargaan Khusus: Djamhari Sirat (mantan
Dirjen Postel), Soetjipto, dan Suryadi Aziz (keduanya mantan
anggota - BRTI).
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
UI-Cisco:
Kolaborasi Dua “Dunia” untuk Bangsa...
Depok, Sabtu, 17 Januari 2009, bertempat di Balai Sidang
Universitas Indonesia - Depok, Universitas Indonesia bersama
Cisco Systems Indonesia, menggelar Cisco Express-Network
on Wheels Campus Roadshow bertajuk “Discover How Technology
Shift into Next Generation Education”. Kegiatan ini
menghadirkan diantaranya Rektor UI, Prof.Dr. der Soz. Gumilar
R Somantri dan Irfan Setiaputra, Managing Director Cisco
Systems Indonesia.
Kegiatan yang merupakan bagian dari tur Cisco Express-Network
on Wheels (NoW) di Asia ini, akan menyuguhkan sebuah pameran
bergerak, berupa kontainer. Kendaraan ini berisi berbagai
teknologi utama Cisco dalam mewujudkan landasan yang kuat
untuk melakukan kolaborasi guna memberikan manfaat bagi
masyarakat Indonesia. Teknologi yang ditampilkan oleh Cisco
termasuk unified communications, digital media system, keamanan
publik, otomatisasi bangunan, sistem kendali energi dan
pengelolaan fasilitas yang memungkinkan jaringan untuk menghubungkan
manusia di semua tempat melampaui batasan kasat mata. Kehadiran
Cisco di Indonesia, khususnya UI merupakan upaya mengekspos
kekuatan teknologi jaringan sebagai “nutrisi”
utama kehidupan manusia modern saat ini. “Seperti
kita ketahui bersama, daya saing sebuah bangsa tidak lagi
hanya dapat bersandar pada kekuatan sumber daya alam dan
tenaga kerja murah.
Tetapi, kekuatan inovasi teknologi serta penggunaan pengetahuan
(knowledge based society) menjadi tulang punggung keberlanjutan
ekonomi dan perbaikan kesejahteraan bangsa”, ujar
Gumilar, Rektor UI. Gumilar menambahkan, kerjasama perguruan
tinggi dan industri penyedia teknologi merupakan keharusan
dalam menghadapi tantangan masa depan dalam melahirkan bibit-bibit
unggul bangsa. Cisco sebagai pemimpin dunia di bidang jaringan
untuk Internet, membantu konsolidasi data jaringan di lembaga
pendidikan yang memungkinkan untuk tercapainya akses yang
luas pada sumber-sumber pengetahuan bagi sivitas akademika.
Kondisi ini diharapkan mampu mendorong tercapaianya proses
belajar yang lebih efisien dan efektif diantara mahasiswa,
dosen, orang tua dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan sehari penuh ini para mahasiswa dan masyarakat
umum dapat berinteraksi langsung dengan teknologi jaringan
IT terkini melalui demonstrasi live. Pengunjung dapat “menjamah”
perangkat teknologi yang telah memungkinkan manusia dapat
saling berinteraksi langsung melewati batas waktu, geografis
dan ideologis.“Cisco dan Universitas Indonesia memiliki
hubungan yang erat, terkait dengan usaha menyelenggarakan
cara-cara baru dalam mengantarkan materi pendidikan. Kedatangan
Cisco Express di Universitas Indonesia adalah wujud kerjasama
kami yang terus berkelanjutan dalam mendukung kemajuan dunia
pendidikan di Indonesia,” kata Irfan Setiaputra, Managing
Director Cisco Systems Indonesia.
Kehadiran Cisco Systems di UI telah berlangsung selama lebih
dari 8 tahun melalui skema “Cisco Networking Academy”.
Departemen Teknik Elektro UI menjadi pelaksana training
for trainers dan quality assurance yang kompetensinya tidak
hanya untuk wilayah nasional saja, tetapi juga untuk kawasan
Asia Tenggara (sebagai Cisco Academy Training Center - CATC).
Departemen teknik elektro UI dalam perannya sebagai CATC
dan Regional Academy telah menjadi supporting academy untuk
lebih dari 40 institusi pendidikan di Indonesia. Kerjasama
lain UI dan Cisco Systems diantaranya proyek “Next
Generation Teachers” (Unesco, 2007), yaitu pembinaan
universitas pendidikan untuk menghasilkan program yang mengeluarkan
lulusan dan pengajar sekolah yang kompeten di bidang ICT;
program Industrial Attachment Program (IAP) - SENADA (usaid,
2008), dimana 20 mahasiswa UI terjun ke 20 industri/usaha
kecil menengah (UKM) untuk membawa solusi ICT; Pada tahun
2009 ini, UI dan Cisco akan membina sekolah-sekolah di Way
Kanan dan Pacitan untuk dapat menjalankan kurikulum IT-Essentials.
Program ini dinamakan wireless reach program.
(Chandra Wirawan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|
|